Tuesday, September 20th, 2005

Daily Archive

teringat TKW

Posted by senja on 20 Sep 2005 | Tagged as: etc

posting lagi neeeeh
kemarin malam
dengan penuh suka cita (aku selalu mengkondisikan diri untuk seperti itu hiks) aku nyuci dan setrika……
saat lapar menghadang dan kantuk menyerang, kulihat setumpuk baju lecek masih menunggu untuk di haluskan
gosok…gosok
satu baju terlampaui, sembari ngecek cucian di mesin cuci, kumiringkan posisi strika, biar lempengan panasnya tak membakar alas meja
baju kedua mulai kubentangkan
kuambili strika……awwwwww
bukan gagangnya yang kupegang tapi lempengan panasnya ……….saat itu suhunya sedang maksimal, lampu penanda menyala merah
mmmmmhh…mgkn Tuhan menyuruhku istirahat, tapi  aku urung, melihat tumpukan baju masih segunung
entah ini baju keberapa, yang pasti mataku sudah tak tertahan lagi, ditemani suara berisik gerusan mesin pengering pakaian….
kugapai lagi gagang setrika……………aaaaaaaaaawwwwwwwwww
malangnya, untuk yang kedua kalinya lempeng panas, kembali kusentuh, hanguslah 3 jari kananku, kasihan benar nasibnya
aku meringis kesakitan
nelangsa rasanya
tak ada tempat berbagi duka
jadi teringat bagaimana si Nirmala Bonet yang disetrika majikannya saat menjadi TKW di Malaysia
………….uuuuuhhhhhhhhh
jam menunjukkan pukul 23.30
ku elus-elus jariku,
semoga esok tak sampai melepuh
kutarik selimut dan tidur sambil masih sesekali menguap
kantuk, capek……..bukankah  itu makanan sehari-hariku :)

mendapat pertanyan?

Posted by senja on 20 Sep 2005 | Tagged as: etc

suatu hari di tengah kepenatan abis liputan suporter yang meninggal di Gisikdrono
saat aku mulai memancang ide menulis feature si suporter, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan sesorang…
“bagaimana kalau suatu hari kamu ditarik jadi wartawan olahraga di Surabaya?, terhenyak….. simple karena aku tipe orang yang rada cengengesan, spontan kujawab, “boleh asal, ntar kalau aku dah lulus kuliah”
lalu orang itu menjawab, “kesempatan tidak datang dua  kali”
akupun menimpali, “kesempatan kuliah juga tidak datang dua kali,”
tak kalah garang orang itu mengatakan, “transfer aja di UNAIR”……..braaaaaak
obrolan berakhir, kami pun kembali menekuni pekerjaan masing-masing
namun jujur sampai sekarang pertanyaan itu masih mengiang
mengiang bukan karena aku ke-GR-an masalah pindah di Surabaya, jelek2 gini, aku masih realistis memandang diri sendiri, bukan apa si, karena sampai saat ini aku belum bisa selincah partnerku saat liputan PSIS…..
jadi kepikiran karena kata2 kesempatan tidak datang dua kali
hehe…..sekian lama tidak mikir serius akhirnya sekarang terpaksa harus mikir juga
ujung-ujungnya,……….hidup sudah ada yang mengatur bukan ?