Arab Saudi
Posted by senja on 03 Oct 2006 at 01:22 pm | Tagged as: my opinion, etc
Apa yang langsung terlintas di benak anda jika mendengar negara Kerajaan Arab Saudi?
1.Apakah anda membayangkan negara ini layaknya Aceh yang menerapkan syariat Islam secara ketat?
2.Apakah anda membayangkan peraturan negara ini merujuk hukum Islam?
3.Apakah negara ini juga memusuhi Israel dan AS yang merupakan penjahat kemanusiaan?
Jika semua jawabannya “iya†maka anda perlu membaca buku ini “Saudi di Mata Seorang Al-Qaedahâ€, karangan Abu Muhammad Al-Maqdisi . Tapi jika jawaban anda “tidak†maka selayaknya anda juga membaca buku ini agar lebih mempunyai alasan yang sahih terkait dengan jawaabn anda tadi.
Beberapa bulan lalu saya menemukan buku karangan Maqdisi ini, dan karena berbagai kegiatan maka baru beberapa hari lalu saya baru menuntaskan membacanya. Bacaan yang mengasyikkan untuk menunggu beduk Magrib tiba, Insya Allah ![]()








Kata Arab selama ini lekat dgn makna asosiatif. Besar..Kasar..Nafsu Gedhe..Buas..Antek-antek kapitalis…Liat aja orang nyebut kacang yg gedhe dgn kacang arab. Said Bajaj Bajuri yg badannya gedhe dipanggil ma ucup Onta Arab..Kalo kamu buka puasa di pekojan pasti disuguhi kopi kental dan panas yg dikasih nama kopi arab.
Jyenk… Ntar lebaran gw pinjem bukumu yooo!
(mo mudik neeeh… :p)
walah, aku juga mudik je…hehe, aku kan perantau juga, yang mencari sesuap nasi di semarang….
kalau buas dan nafsu gede aku nggak ngerti atau belum punya bukti, tapi yang paling pas ya itu antek-antek kapitalis, budak kapitalisss….
Islam itu benar/bagus/…, yang sering tidak benar/bagus/… adalah umatnya.
hati-hati dalam bicara, tempatkan sesuatu pada tempatnya, udah mulai rasis tuh
belum baca bukunya sen. kalo ke kantor mbok dibawa. sambil nunggu buka baca buku enak, katamu.
tapi bukan kah lebih enak nunggu buka sambil minum es degan??
halah, bilang aja mas blue nggak niat puasa……..hehehe. kasihan tuh para pengarang buku kalau yang baca pada minjem gitu, beli dooonggg.
oooo…itu versi Al Qaedah yak??
ketika agama direduksi maknanya sebatas menjadi “wadag” (sesuatu yg berifat fisik) belaka, maka ia pun akan dilekati dgn nafsu-nafsu yg dimiliki oleh wadag atau tubuh atau raga. Nafsu wadag agama adalah monopoli kebenaran, meraih umat sebanyk-banyaknya,menumpuk kemewahan spiritual (ramai-ramai bangun tempat peribadatan yg mewah)..Jika itu terjadi mak aagama akan kehilangan makna dan funsginya sebagai ajaran dan alat pembebas ketertindasan manusia..
sayang, saya tidak bisa memahami apa yang disampaikan oleh kang ichwan secara jelas. muslim awam nih.
yang saya tahu: Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang untuk berlebihan atau melewati batas. contoh yang diungkapkan yaitu membangun peribadatan yang mewah adalah dilakukan oleh orang jaman sekarang saja (khalaf) dan ini setahu saya merupakan salah satu pertanda akhir jaman
btw, setelah dipikir-pikir sepertinya yang diungkap kang ichwan semuanya dilakukan oleh kebanyakkan orang di jaman sekarang. Andaikan kita bisa mengikuti jejak para pendahulu kita yang lurus.
begini, maksud dari om ichwan adalah bahwa agama jangan ditafsirkan atau dimaknai sebagai sesutu yang fisik belaka. contohnya kongkretnya misal tentang pembangunan masjid agung yang mewah dan gede itu, tapi banyak ruangan yang disfungsi, dan tersangkut kasus pembebasan lahan pula. nah, jika agama hanya sebatas hal-hal yang fisik itu tadi maka fungsi agama sebagai rahmatan lil alamin jadi nggak begitu nyampe…..nah, kalau saya sih lebih memilih bahwa sebagai umat pemeluk dari sebuah agama harusnya agama dapat diterapkan di semua sisi kehidupan dari mau tidur ampe tidur lagi, secara holistik tidak parsial. nah, saya sebenarnya ingin memperbincangkan tentang buku ini, bukan yang lain. tentang konsistensi Arab Saudi, atau lebih umum lagi konsistensi sebuah negara. bagi Indonesia, seharusnya cerita di buku itu bisa digunakan sebagai bahan pelajaran. bahwa untuk menjadi eksis, atau maju, atau untuk mencapai tujuan sebuah negara tidak perlu mempertaruhkan harga diri sebagai bangsa, sehingga harus menjadi antek-antek kapitalis.
Bagi saya arab saudi adalah sebuah negeri yang menegakkan dan giat mendakwahkan tauhid dan melahirkan banyak Ulama Ahlus Sunnah. Adapun kesempurnaan adalah milik Allah semata, tidak menutup mata jika terdapat kesalahan baik dari pemerintahannya maupun rakyatnya. Namun jika mengatakan bahwa Arab Saudi adalah antek bahkan budak kapitalis, saya kira ini terlalu subjektif apabila berdasarkan sebuah buku berpaham khawarij. Allahu ‘alam.