November 2006

Monthly Archive

Kerja Keras

Posted by senja on 30 Nov 2006 | Tagged as: etc


Entah mengapa, mungkin postingan ini mirip dengan apa yang dituliskan Bintang Jatuh. Tiga hari lalu, sekitar pukul 11 malam, sepulang dari kantor saya mampir ke sebuah warung kaki lima yang berada di depan Sri Ratu Peterongan, sekedar untuk mengisi perut setelah seharian bekerja.

Saat makan di warung Yu Tum ini saya yang terkantuk-katuk dan kedinginan karena hujan di luar deras sekali tak kuasa memperhatikan aneka aktivitas si penjual. Saya lihat makanan masih komplit tersedia, nasi sebakul masih panas. Sayuran dan lauk pauk tersedia cukup banyak. Saya lantas mengira-ngira mungkin ini warung bakalan sampai pagi bukanya. Satu per satu orang datang, dengan sigap si Yu Tum ini melayani. Tak tertangkap keluh kesah dan gerak kelelahan. Orang ini memang tipe pekerja keras rupanya. Saya saja, kalo nggak “terpaksa” harus ngantor, mungkin lebih memilih pulang ke rumah, menikmati kopi hangat dan ditemani alunan suara merdu Norah Jones. Continue Reading »

Hujan!!

Posted by senja on 29 Nov 2006 | Tagged as: etc

pukul 16.00

saya baru keluar dari stadion Jatidiri.

baru beberapa meter dari pintu gerbang, gerimis datang.

walaupun tak secepat Superman saat ganti kostum, saya langsung memasang jas hujan two pieces.

oo, kali ini saya tak boleh membiarkan tas punggung saya kehujanan, maklum leptop saya dengan manis ngendon di tas. dia tak boleh kehujanan.

okelah saya ngalah. saya jaketkan jas hujan itu di luas tas. alhasil jas hujan tak bisa ditutup. tak apalah yang penting tas saya aman.

hujan makin deras, jarak pandang menipis.

ups, kaca mata harus di buka. menurut pengalaman saya, jika kacamata tetap dipakai di saat hujan deras, jarak pandang saya justru semakin kacau karena si penolong mata itu nggak punya wiper. akhirnya walaupun nggak pede juga, tapi toh motor dan mobil masih samar terlihat.

pelan-pelan motor berjalan

hanya 45 Km/jam, bersisihan dengan motor-motor yang lain, mereka juga tak berani berlari kencang.

kami, maksud saya, motor, mobil, pejalan kaki, serta sepeda onthel jalan beriringan, menderu di tengah orkestra hujan yang mengetukkan irama seragam. indah nian.

kubangan-kubangan yang ditimpa mobil muncrat membasuh muka saya. uh…menggembirakan, seperti saat main hujan-hujanan sewaktu kecil

juga, seperti offroad, seru dan menegangkan

jalanan masih saja sibuk, dan petir makin sambar menyambar, membentuk garis seperti ranting di langit. saya hanya bisa berdoa.
huhu…kantor semakin dekat. maklum saya memang agak takut dengan petir, takut kesambet dan mati.

ups. akhirnya sampai juga. naik ke lantai 4 dengan telanjang kaki. sepatu saya yang basah kuyup saya tenteng saja.

senja: wah aku kehujanan

fian: makanya pake jas hujan dong

senja: udah, tapi kan buat nutupin tas, jadi tetep aja basah.

fian: *bengong*

senja: yee, udah tahu temannya kedinginan basah kuyup bukannya dibikinin kopi malah diem

fian: emangnya kafeee *sambil nyengir kuda*

budi: hei..kamu mandi yaaa

senja: enak aja :p

Percakapan Orang Pinggiran

Posted by senja on 21 Nov 2006 | Tagged as: my opinion, etc

Image Hosted by ImageShack.us

Kemarin, ketika Bush menginjakkan kakinya ke Indonesia disaat yang sama saya juga terlibat sebuah wawancara dengan seorang narasumber. Sebut saja dia bapak tua. Saking ngetopnya plus merepotkannya si Bush maka saat saya sedang asyik ngobrol si bapak tua ini menyela sebentar karena harus melihat sebuah pesan masuk di ponselnya yang ternyata dari koleganya di Bogor;

Bapak Tua (BT): Bentar ya mbak, ada SMS masuk..

Saya (S): (Diam dan memberi waktu ke pada BT untuk menengok plus membaca SMS, bahkan kalo perlu membalasnya terlebih dahulu)

BT: Wah, Bogor hujan deres, katanya sedikit angin juga, biar aja si Bush itu m***us karena nggak bisa landing kena badai hehehehe…kalau gitu kan bukan kita yang disalahin kalau dia m**i

S: Iya Pak, menurut BMG hari ini Bogor memang bakal hujan.

BT: oh iya ya?

S: Iya. Kenapa bapak nggak suka Bush?

BT: Mana ada negara yang makmur kalau menjadi antek atau teman Amerika. Pemerintah kita ini kan seperti kuli. Kok mau-maunya saja nerima dan manut dengan Amerika.

S: Yap, bener Pak ..

Saya pribadi tidak terlalu mempersoalkan kedatangan Bush ke Indonesia, tapi saya juga tidak menetang mereka–puluhan ribu orang di berbagai tempat—yang mendemontrasi kedatangan bapak terorisme dunia ini.

Saya hanya berpikir, mungkin ini hanya sebagian kecil dari diplomasi AS di Indonesia dan ada bentuk penjajahan yang lebih besar namun tidak kita sadari.

Penjajahan yang masuk ke dalam berbagai sendi kehidupan kita, yakni hedonisme.

Saya dibuat begitu terbuai dengan berbagai kesenangan duniawi yang ada.

Saya diberi aneka hiburan dan gaya hidup yang disebut-sebut sebagai modernitas.

Akibatnya, saya—mungkin juga anda– bakal lupa dan tidak peduli tentang berbagai bentuk kesewenangan-wenangan AS.

Saya jadi tidak peduli lagi bagaimana keadaan Lebanon, Irak, Iran, Palestina dll.

Saya jadi tidak sadar bahwa bangsa ini sedang digerogoti.

Saya juga jadi tidak sadar dengan identitas diri dan religi…..

Bagaimana Belajar Ikhlas

Posted by senja on 19 Nov 2006 | Tagged as: etc

Image Hosted by ImageShack.usKata ikhlas mungkin adalah salah satu kata yang sering dan jamak kita dengar. Jika teman kita kecopetan atau kecurian misalnya. Kita sering bilang,”Udah diikhlaskan saja, mungkin bukan rejekimu”. Atau saat kerabat kita yang meninggal, salah satu ucapan favorit pelayat adalah “Yang sabar ya, ikhlas-kan saja, semoga amal ibadahnya di terima di sisi-Nya”. Intinya kalau boleh saya golongkan, sikap ikhlas biasanya bersentuhan dengan 1) sesuatu yang hilang/berkurang dari kita, 2) perlakuan orang lain—khususnya yang tidak menyenangkan– kepada kita, 3) ujian atau cobaan dari Tuhan.Nah, akhir-akhir ini saya sedang belajar kembali tentang keikhlasan. Tentang bagaimana menerima dengan ikhlas semua perlakuan orang lain kepada saya, karena kadang-kadang saya berprasangkan “Jangan-jangan memang saya pantas diperlakukan seperti ini”. Juga bagaimana sabar dan ikhlas jika menerima hal-hal yang tidak saya sukai—karena di lain pihak saya ingin berteriak untuk protes tapi tidak kuasa melakukannya. Belajar sabar dan ikhlas karena selama ini sudah merasa berbuat sebaik mungkin, memberikan “servis” yang memuaskan, tapi ternyata tidak dibalas dengan tindakan serupa. Ikhlas dirugikan sepihak padahal saya manusia bukan robot. Ikhlas tak diberikan ruang berpendapat padahal saya ini punya argumentasi bla bla bla Continue Reading »

PR Berantai

Posted by senja on 16 Nov 2006 | Tagged as: media

Beberapa minggu lalu saya dapat PR berantai dari Dewie Sekar. Udah lama bgt tapi belum sempat ngerjain ni. Ok deh sekarang saya akan menjelma menjadi seorang murid. Yap, mulai…

Apakah Kamu?

Iri hati pada orang lain
Kadang-kadang sih…hehe

Kamu mengandalkan beauty or personality
Duh, dua-duanya kayaknya belum bisa diandalakan tuh. Personality masih amburadul, perlu dibenahi. Beauty, apalagiiiii, tiap hari kena debuuuuu

Punya SIM
Punya dunk

Takut kehilangan uang atau teman
Dua-duanya

Berkacamata
yuppp…

Suka anak kecil
Nggak terlalu, kecuali yang pinter dan jawab kalo ditanya

Pernahkah Kamu?

Berpikir tuk operasi
Nggak tuh. Tapi seringnya kena operasi. Operasi karena melanggar lampu lalu lintas dan ngeyel kalo dimarahi polisi :p. Itu mah operasi lalu lintass kaleeeee

Memotong rambutmu sendiri
Pernah, poni doang

Jatuh cinta pada pandangan pertama
Nggak banget…….

Berpikir untuk mengadopsi anak
Nggak. Kan nggak gitu suka ma anak kecil

Pacaran ama orang yang jauuuh lebih tua
Nggak banget dehhhhh hiiiiiii

Cinta bertepuk sebelah tangan
Emang apa bedanya bertepuk sebelah tangan ma bertepuk pake tangan dua? Lagi bego neh :p

Kehilangan dompet
Belum pernah. Alhamdulillah….

Yang kusuka

Nonton berita
Iya dunkkk

Pelajaran di sekolah
Pelajaran jurusan IPS

Tipe cowok/cewek
Cowok musti gimana yaaaah. Religius, suka baca, belum punya cewek (halah, yo mesti :p)

Menu sarapan
Nggak pernah/jarang sarapan. Kacian deh aku, merantau di Jogja dan sekarang di Semarang makannya selalu nggak jelas. Dibilang sarapan udah siang, dibilang siang rada sore juga…..’ra jelas

Orang yang sedang kusuka
Keponakanku. Belum 2 tahun tapi udah pinter ngomong “gajah, badut, monyet” dll

Penampilan lawan jenis yang paling kamu suka ngeliatnya
Bersih, nggak bau wangi tapi juga nggak bau busuk.

Band
The Beatles, GIGI, Beegees, dll

Tempat
Kamar yang bersih

Baca Koran
Jawa Pos, (Kompas, Suara Merdeka, Wawasan = musti dibaca walopun sekilas, soalnya kompetitor)

Resto fastfood
Warung tempe penyet mbak duwik termasuk fast food nggak ya. Soalnya pelayannya cepet banget kok, nggak ada 5 menit pesanan jadi. Kualitas bintang lima, harga kaki lima lhoooo

TV Station
Walah saya jarang nonton TV. Ada beberapa acara kadang nonton si, tapi nggak rutin. Metro (berita, terutama Metro Sports, Kick Andy, Tafsir Al Misbah pas jaman puasa), Trans TV (wisata Kuliner…mmmhhh yummy), TV7 (empat mata tukul, lucune pool), RCTI (DTK), SCTV (Liputan 6, Kiamat Sudah Dekat, Topik Minggu Ini). Trus ya pertandingan bolaaaa dunk

Nama untuk anak laki-laki
Punya anak aje belom

Nama untuk anak perempuan
Punya suami aje belom, gimana mo punya anak?????

Hal pertama yang terlintas di benakmu saat mendengar

Koper
Tas baju jaman dulu yang biasanya dipake di film adegan buat minggat

Sekolah
Menyebalkan. Gurunya suka sok ngatur. Matematika, kimia…..uhhhh menyebalkannnn

Sapi
Susu

Rizky Hanggono
Biasa aja….

Ngelempar PR buat siapa?
Siapa aja yang mo ngerjain, silahkan dikerjain…..

Akhirnya PR-nya selesai juga walopun kalah cepet dari Muthe, tapi lumayanlah. Duh, dapat nilai berapa nihhhh?????. Btw, saya penat sekali malam ini. Ingin tidur, padahal masih banyak hal yang ingin saya postingkan di sini…tapi sudahlah besok saja, badan saya sudah merengek minta hak untuk tidur…..Selamat malam menjelang pagi dunia…

Ayat-Ayat Cinta

Posted by senja on 07 Nov 2006 | Tagged as: my opinion, etc

Saya menuliskan postingan ini saat jam di dinding menunjukkan pukul setengah tiga pagi (dan lantas saya posting ke blog malam harinya, dengan berbagai aral melintang :p). Tepat beberapa detik setelah membaca novel Ayat-Ayat Cinta (Sebuah Novel Pembangun Jiwa) karangan Habiburrahman El Shirazy, yang saya beli beberapa jam lalu di Gramedia Pandanaran. Jangan tanya mengapa saya begitu “bernafsu” mengkabar-kabari adanya novel best seller ini. Saya hanya tidak ingin teman-teman yang lain menyesal seperti yang barusan saya alami. Ya, saya amat terlambat membaca “Si Pembangun Jiwa” ini. Buku yang bikin dada saya nyeri-pilu ini sudah memasuki cetakan yang ke-XVII pada September tahun ini, sejak cetakan pertama pada Desember 2004.

Novel karangan orang Mranggen ini bikin dada saya sesak, gemeretak seperti kedinginan. Mata saya sudah tak bisa menahan buliran bening yang terus menyesak saat membaca halaman demi halaman. Nasehat yang tak sedikitpun menggurui membuat saya dilingkupi keharuan mendalam. Kebahagian saya membuncah dapat menemukan salah satu the inspiring novel yang pernah saya baca. Kata-katanya indah menceritakan tentang adab bergaul, cara memperlakukan saudara non-muslim hingga kehidupan suami istri. Ah, entahlah saya sudah tak bisa berkata-kata lagi….

Next Page »