Batas Tipis
Posted by senja on 18 Dec 2006 at 03:16 pm | Tagged as: my opinion, etc
Beberapa hari yang lalu ada suporter PSISÂ tewas di Jakarta sesaat seusai nonton PSIS di final PEBY 2006Â lawan PSMS. dia terpelanting dari kap sebuah mikrolet dan ditemukan polisi sudah tak bernyawa. Beberapa jam sebelum jenazahnya datang ke rumah dari RS Fatmawati Jakarta, ibunya terduduk lemas tak berdaya. sambil bertanya kepadaku dimanakah anaknya kini. aku hanya terdiam tak mampu berkata-kata. aku sungguh tak tahu. begitu jenazah datang dengan diangkut ambulance, sang ibu menangis histeris dan pingsan tak sadarkan diri. saat peti mati dibuka, yang pertama kali terlihat adalah kafan yang terdapat bercak darah. keluarga langsung histeris.
Setahun lalu, kira-kira, ada juga suporter PSIS meninggal karena terjatuh dari KA, Semarang-Jakarta. dia bersama ratusan suporter yang lain juga bermaksud mendukung PSIS di PEBY 2005. saat datang ke rumahnya, sang ibu mencoba tabah kendati masih tak percaya anaknya yang baru saja pamitan nonton kesebelasannya beraksi itu kini sudah terbaring tak bernyawa. dia bertanya apakah anaknya mempunyai salah dan hutang kepadaku. aku hanya menggeleng. aku memang sama sekali tidak mengenalnya.
Beberapa bulan sebelum peristiwa itu, suporter PSIS juga ada yang meninggal saat mendukung tim kesayangannya. lupa tepatnya peristiwa apa. yang pasti ia meninggalkan anak dan seorang istri. istrinya hanya sesenggukan dan bicara lirih dengan intonasi yang nyaris tak terdengar saat ku wawancarai. saat kutanya bagaimana kelanjutan hidupnya tanpa suami sekarang. ia hanya menggeleng tak tahu. uhhh, pedih rasanya melihat permandangan seperti itu.
Pertandingan PSIS versus Persijap rusuh. jalan sepanjang Semarang-Jepara bagaikan neraka yang menyisakan banyak pecahan kaca dan benda tajam. seorang suporter terluka parah karena lehernya tertancap pecahan kaca mikrolet yang ia tumpangi bersama kawan-kawannya. karena tak mungkin ke rumah sakit dalam keadaan genting seperti itu. ia pun harus menahan nyawa sepanjang perjalanan dengan kaca di leher. keesokan harinya kulihat kutengok di RS Kariadi. dia ditemani keluarga, handai tolan. mulutnya masih saja mengeluarkan darah padahal luka sudah diobati. saya mual bercampur iba.
sungguh batas antara kehidupan dan kematian sangatlah tipis……








“sungguh batas antara kehidupan dan kematian sangatlah tipis…… ” ya begitulah..tetapi disaat berada di alam baka, dinding pemisah dengan dunia sangatlah tebal..
aku masih heran kok dr sekarang …kok ada yah yang sampai begitu mati2an belain grup kesayangannya…kasihan orang2 yg ditinggalkan
Lepas dari itu adalah takdirnya, para suporter (terutama yang masih abg mentalnya) sering sembrono saat mendukung tim. Ada kesan mereka justru bukan suporter sejati, tapi hanya mencari keramaian semata dan mereka ini yang sering bikin kisruh.
wah ngeri banget, dulu aku paling cuma kena lemparan gas air mata doang, padahal ga ikut2an rusuh, bener kata mas hedi, supporter sepakbola kita masih mental ABG, jadi merugikan diri sendiri, supporter yang pengen menikmati sepakbola dan sepakbola indonesia itu sendiri
hallo.. trima kasih sudah mampir.. blog kamu cantik sekali..
Duh… Gak kebayang kayak apa rasanya harus ngeliput berita2 macam itu. Kurasa masih jauh lebih enak nyari kura-kura purba di palung terdalam dunia…
nico: iya. jangan inget2 mati dunk, aku takut..
tia: ya begitulah mbak suporter bola hehehe
hedi : yup mas bener bgt. terkadang ada yang tidak bertanggung jawab dan justru merugikan tim. udah banyak contohnya
bintangjatuh: Wah dulu jadi suporter juga ya mas. tim mana?
mr cappucino: met kenal juga. blog kamu juga ganteng
dewisekar: hehehe, kamu sih nggak mau ngajakin aku nyari kura-kura purba di negeri antahj berantah ;p
nja….minta berita gembira dari PSIS ajaaaa
supporter persib ^^
Paririan : Berita gembiranya ntar nunggu februari mas, pertandingan Liga Indonesia mulai digelar. kalo menang berarti berita gembira kalo kalah hikshiks. ato liat aja latihannya tiap sore, dijamin berita gembira plus lucu, liat penonton pada minta tandatangan pemain :p
bintang jatuh: Wah, ternyata bobotoh Persib to? hehehe
memang beda tipis, krena pas kerusuhan persijap - psis, aku terjebak di tengah tengahnya ga bisa pulang..duh was was banget
hhh.. aku sih nonton bola di tipi aja ah
eh ngomong2,, ini koq tempat buat komennya aneh ya?
kotak dulu baru keterangannya.
jadi keder :), untung gak salah isi
bu guru: Tuhan masih melindungi bu guru, klo nggak mana mungkin bisa jadi teman ngeblog…hehehe
om7ack: dulu saya juga cuma nonton di tipi. tapi karena pekerjaan jadi gini deh om. hehehe. tapi seru lho nonton langsung. hehehe. btw, nggak usah keder, tenang aja om. tarik napas dalam-dalam, keluarkannnn, ;p
Kenceng* juga ya mampir ksini pake gprs.
*pulsanya
pizz..