Begitu banyak penyanyi di negeri ini. Semunya cantik-cantik dan ganteng-ganteng plus jadi trendcenter mode dan gaya hidup. Tapi toh sedikit diantara mereka yang bener-bener membekas di hati dan lagunya punya makna yang dalam. Penampilan kini dijadikan syarat utama melebihi kualitas lagu dan suara itu sendiri. Lebih baik cantik, molek, cakep, sexy, penampilan oke daripada punya kualitas suara dan lirik lagu yang yahud tapi modal wajah biasa-biasa saja. Lebih beruntung lagi kalau punya dua-duanya. Cakep plus kualitas jualan yang bagus. Nah gimana donk dengan yang punya jualan ciamik tapi tampang standar? Berakhirkah?..hehehehe. Sepertinya hukum pasar molek+seksi+ganteng =laris tidak selalu berlaku. Bagaimana dengan Ebiet G. Ade?

Ya, saya memang terinspirasi dengan episode KICKANDY (lagi!) Kamis lalu. Acara itu mendatangkan sosok Ebiet yang humble, nggak macem-macem, tapi mampu menciptakan melodi dan lirik yang bisa bikin orang nyadar tentang arti kehidupan (cie..). Walopun anaknya yang cewek bilang salah satu hal yang ia kagumi adalah karena ayahnya sangat ganteng, tapi jika mengacu pada rumus pasar kayaknya tampang Ebiet nggak termasuk genre cakep masa kini deh (bukan bermaksud mengolok-ngolok :p). Tapi apalah artinya tampang kalo kualitas jualannya saja bikin orang lupa gimana wajah si penjual itu sendiri.

Coba deh simak lirik indah ini:
“…….selamatkanlah istri dan anakku, hindarkan hati mereka dari iri dan dengki kepada yang berkuasa dan kenyang di tengah kelaparan. Hindarkan mereka dari iri dan dengki, kuatkanlah jiwa mereka…. “ (Nasehat Pengemis Untuk Istri dan Doa Untuk Hari Esok Mereka)

Atau ini;
“….garis-garis aku satukan menampilkan watak yang beringas, titik-titik aku kumpulkan menampilkan roda gerak, terlalu jauh dari wajahMu yang Agung, teduh dan kasih kini kuyakini sepenuhnya. Engkau tak mungkin ku gambar, tinggal kumohon ampunanMu atas kelancangan dan kedangkalan mimpiku…….(Bingkai Mimpi)

Sepertinya nggak hanya Ebiet yang punya nasib seperti itu. Di luar negeri ada beberapa penyanyi yang punya tampang biasa-biasa saja, tidak sensasional karena gosip tapi punya penggemar fanatik. Norah Jones misalnya. Saya sendiri hobi dengerin lagu-lagunya. Saat hujan dengan ditemani kopi hangat plus menikmati suara jazzynya bikin gendang telinga saya berjoget-joget nggak karuan. Tarikan pianonya yang berdenting mengawal lirik dan suaranya membawa saya pada suasana refleksi. Ada juga Salena Jones. Kemarin pas liat JakJazz di Metro TV doi lagi nyanyi beberapa lagu. Wuah, nenek tua ini bener-bener top deh. Suara beratnya menyeret-nyeret pendengarnya untuk terus mendengarkan lagu demi lagu. Iseng saya memejamkan mata. Ternyata suaranya emang bener-bener dasyat dan bikin lupa gimana dandanan Salena yang standar abisssss :p.

Kebukti ya, kalo hukum pasar itu nggak selalu berhasil diterapkan. Ada beberapa orang yang berani mendobrak dan ternyata justru sukses. Tak masalah menjadi berbeda asal dengan bekal kualitas yang mumpuni, mungkin itu kuncinya.