Monday, April 2nd, 2007
Daily Archive
Daily Archive
Posted by senja on 02 Apr 2007 | Tagged as: media
Ini adalah film tentang cinta, nasionalisme, hubungan ayah-anak, dan religiusitas. Komedia satir yang mengharukan. Ada banyak bagian di film ini yang bakal membuat anda meneteskan air mata dan beberapa diantaranya terbahak-bahak. Adegan saat Nagabonar melakukan monodialog di depan patung Jenderal Sudirman di salah satu ruas Jakarta membuat—entah mengapa—air mata saya meleleh. Saat itu dengan lantang Nagabonar bertanya mengapa jenderal besar ini tetap saja melakukan gerakan hormat sedangkan ribuan mobil yang melewati ruas jalan tersebut acuh.
Atau tengok saja adegan kala Nagabonar berdialog dengan Bonaga. Nagabonar berkata bahwa pantas saja Bonaga tak bisa menjelma menjadi laki-laki lembut dan romantis, pasalnya sejak kecil Bonaga tak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Tapi justru dididik oleh seorang Nagabonar yang keras dan mantan copet. Sebuah pengakuan lugu bapak kepada anaknya. Dan Bonaga pun hanya bisa termangu kelu…
Banyak cetusan-cetusan menggelitik yang bisa dipakai sebagai bahan perenungan. Apik tak menggurui, tapi merefleksikan kondisi jaman dan bangsa.
Jadi bagi yang sudah lama menantikan film berkualitas dan bosan melihat film horor—yang sangat tidak horor– tak ada salahnya anda menyisihkan waktu membeli tiket Nagabonar Jadi 2. Selamat menikmati……