Benci Perpisahan
Posted by senja on 28 Apr 2007 at 05:24 am | Tagged as: etc
Saya benci perpisahan. Sama saja seperti melihat pelangi di pagi hari, lantas menghilang kala siang menjelang. Ya, saya memang sedang kehilangan. Seorang partner bekerja. Dia memang bukan yang pertama. Ada sekian banyak perpisahan yang beberapa diantaranya membuat sedih. Semuanya menyampaikan salam di hari terakhir kerja.
Hai, kawan tidakkah kalian merindukan saat-saat kala kita bergulir bersama dalam waktu, bersama padatnya pekerjaan. Saat makan tempe penyet atau nasi goreng bareng. Menuliskan semuanya di memori kita, tentang kebersamaan, tentang persahabatan. Ah, bukan-bukan. Kau pasti ingat kemarin kita duduk berdampingan mendiskusikan sesuatu bersama. Saat itu kau tak bilang apa-apa. Bahkan kala ku berpamitan pulang di separuh malam. Kau bahkan tak memanggilku kembali.
Saya benar-benar benci perpisahan…….








Perpisahan ga bisa ditolak, Nja, kan ada pertemuan
Suatu saat semoga ada pertemuan kembali.
setuju ma hedi..
dan setiap perpisahan, biasanya akan diikuti pertemuan yang lain lagi…
setuju ama daus…setiap ada perpisahan, pasti akan ada pertemuan. kata orang bijak mah, bergembiralah ketika kita melepaskan sesuatu, karena dengan melepaskan sesuatu kita sedang mempersiapkan diri untuk menerima sesuatu…. jangan sedih lagi ya Mbak… luph ya
Yakin akan ada pertemuan kembali ya nja..
Dulu aku juga benci tiap ada farewell party di t4 kerja tapi seiring waktu aku sadar setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.
SEMANGAT SENJA..
ya begitulah keadaanyanya Nja,
jadi inget ma liriknya SO7
“Sebuah kisah klasik untuk masa depan”
dan kehidupan pun terus berjalan….
setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan..lalu akan ada lagi pertemuan lagi..tentunya dengan kabar dan berita yang lebih baik
ada pertemuan pasti ada perpisahan… wajarr itu
hmm pasti dia orang yg sangat baik, karena senja berat berpisah dengannya….tapi bener juga….setiap ada pertemuan pasti juga kita harus siap berpisah…*halah*
Sama, aku juga benci perpisahan, Nja… :’-(
Tapi hari gini komunikasi kan bukan masalah lagi.
Ada telepon/HP dan internet… yang mungkin bisa menjebatani kerinduan.
Yang lebih pahit adalah “perpisahan abadi”…
saat orang yang kita sayang “terbang” ke lain dimensi… hiiiiks….
*ga bisa kirim sms ke alam kubur… :(*
So… akhirnya jadi pindah ke mana dia?
Jepang atau Belanda?
Ups!
ugh…apalagi pisah ama yg “itu”….
huhuuuuu
Kalo kerja tim lantas ada satu yang bubar, emang bikin kestabilan kerja jadi rada berkurang, di luar masalah kami memang bersahabat..hehehehe…
But. show must go on…kerja tetap harus jalan kendati salah satu kakinya hilang..