May 2007

Monthly Archive

Tanpa Teks

Posted by senja on 20 May 2007 | Tagged as: media

(postingan tanpa teks, tanpa interprestasi, nikmati saja poto-poto iseng hasil potretan saya, saran dan kritik diterima dengan senang hati :p)

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Sendiri, Sepi

Posted by senja on 17 May 2007 | Tagged as: etc

Kesendirian, kesepian bisa ditafsirkan ke dalam berbagai kondisi dan suasana.
Sendiri dan sepi adalah kata yang sangat lentur.
Terkadang ada yang merasa sendiri kala berada di tengah hiruk pikuk
Atau bahkan selalu merasa sepi di sepanjang hayatnya
Sendiri bisa muncul, menjerit di sudut hati
Bisa pula keluar melalui ledakan-ledakan amarah
Tangis
Gelak tawa

Bisa berada di Kegelapan
Atau terang benderang lampu kehidupan
Sepi mampu mengusik seseorang untuk menemui yang jarang ia temui
Tuhan, teman, sahabat, atau siapapun itu

Sendiri, sepi, kesendirian, kesepian
Atau apapun itu,
Saya lihat dan rasakan di foto ini…..

Image Hosted by ImageShack.us

Lawang Sewu

Posted by senja on 09 May 2007 | Tagged as: media

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Dua tahun berdomisili di Semarang belum sekalipun saya menginjakkan kaki ke situs sejarah Lawang Sewu, hingga kemarin bersamaan dengan even off print kantor akhirnya saya berkesempatan untuk menengoknya. Dari sekian banyak acara yang tersebar dari lantai 1-2, ada satu tempat yang dijubeli penonton yakni “Wisata Bawah Tanah”. Saya tertarik mencobanya. Sampe sana, saya lantas ditawari untuk segera memakai sepatu boot (hah, apa pula ini!). Sang guide bertanya, apakah saya mau menunggu antrian yang panjang atau sendirian. Saya jawab sendirian aja (plus dengan guide tentunya karena saya nggak ngerti jalannya) apalagi waktunya mepet. Lagian bukannya enak kalo tanpa rombongan biar jalan-jalannya puas.

Oke turing kecil-kecilan dimulai !! Continue Reading »

Reuni Cita Haida!!

Posted by senja on 06 May 2007 | Tagged as: etc

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Ide reuni ini muncul dilatarbelakangi rasa cinta yang teramat dalam sebagai sesama perantauan Jogjakarta yang pernah disatukan dalam sebuah rumah kost2an berisi 20 orang bernama Cita Haida (CH). Continue Reading »

Now or Never

Posted by senja on 03 May 2007 | Tagged as: etc

Kesempatan hanya datang sekali dan—mungkin– tidak akan bisa diulang lagi. Saat kesempatan itu datang dan tidak bisa memanfaatkan maka dia akan pergi dan kita tak tahu kapan dia akan datang menghampiri lagi. Dan yang ada hanyalah penyesalan, tangis dan kehampaan.

Itu adalah gambaran betapa laga semifinal dan final sepakbola sangat krusial. Batas antara tangis dan bahagia sungguh tipis. Hari ini, kiper Liverpool, Reina, yang berhasil menghalau 2 tendangan penalti pemain-pemain Chelsea di semifinal Piala Champions sehingga membawa The Reds masuk final dipuji. Liverpool menjadi pahlawan Inggris. Gegap gempita suporter terus terdengar hingga ke jalan-jalan. Semua koran memberitakan. Meletakkan sebagai headline. Kondisi ini akan berbalik jika AC Milan bisa mempencundangi Liverpool. Kemenangan dramatis di semifinal bakal tidak ada artinya. Keperkasaan Reina bukan lagi berarti. Perjuangan tim dari babak awal dan menyuguhkan kemenangan-kemenangan tidak lagi istimewa. Semua kebahagiaan lebur dalam semalam kala kekalahan menjadi pilihan yang tak bisa ditolak.

Dulu, setahun yang lalu, peristiwa yang hampir sama dialami PSIS. Tak pernah menang dengan Persekabpas di dua pertandingan reguler musim 2006, PSIS berhasil menjungkalkan the rising star ini di partai semifinal. Kemenangan melalui gol semata wayang ini disambut suka cita. Pertandingan ini bahkan disebut-sebut sebagai laga terbaik yang pernah dilakoni PSIS. Pressing ketat sepanjang pertandingan membuat 20 ribu penonton selalu dihampiri rasa khawatir. Bahkan kala waktu berderak semestinya, pendukung dan pemain PSIS berharap menit lebih cepat berlalu. Kaki sudah hampir kram. Tenaga sudah habis. Konsentrasi hampir buyar. Emosi muncrat sedikit demi sedikit. Dan kala wasit meniup peluit, kemenangan 1-0 disambut bagaikan juara akhir musim. Padahal partai final masih menunggu dua hari berikutnya. Namun, apa lagi yang harus dikhawatirkan, yang penting penantian panjang akan laga final akhirnya datang juga. Dan akhirnya, pertaruhan itu datang. Pemain antiklimaks. Semangat yang kemarin berkobar, seperti hilang diantara riuh rendah suporter. Kata hati ingin mengejar kemanapun si kulit bundar berlari, namun apa daya kaki tak sanggup menggapai. Dan Persik pun menari-nari diatas lapangan hijau. Continue Reading »