Now or Never
Posted by senja on 03 May 2007 at 09:46 am | Tagged as: etc
Kesempatan hanya datang sekali dan—mungkin– tidak akan bisa diulang lagi. Saat kesempatan itu datang dan tidak bisa memanfaatkan maka dia akan pergi dan kita tak tahu kapan dia akan datang menghampiri lagi. Dan yang ada hanyalah penyesalan, tangis dan kehampaan.
Itu adalah gambaran betapa laga semifinal dan final sepakbola sangat krusial. Batas antara tangis dan bahagia sungguh tipis. Hari ini, kiper Liverpool, Reina, yang berhasil menghalau 2 tendangan penalti pemain-pemain Chelsea di semifinal Piala Champions sehingga membawa The Reds masuk final dipuji. Liverpool menjadi pahlawan Inggris. Gegap gempita suporter terus terdengar hingga ke jalan-jalan. Semua koran memberitakan. Meletakkan sebagai headline. Kondisi ini akan berbalik jika AC Milan bisa mempencundangi Liverpool. Kemenangan dramatis di semifinal bakal tidak ada artinya. Keperkasaan Reina bukan lagi berarti. Perjuangan tim dari babak awal dan menyuguhkan kemenangan-kemenangan tidak lagi istimewa. Semua kebahagiaan lebur dalam semalam kala kekalahan menjadi pilihan yang tak bisa ditolak.
Dulu, setahun yang lalu, peristiwa yang hampir sama dialami PSIS. Tak pernah menang dengan Persekabpas di dua pertandingan reguler musim 2006, PSIS berhasil menjungkalkan the rising star ini di partai semifinal. Kemenangan melalui gol semata wayang ini disambut suka cita. Pertandingan ini bahkan disebut-sebut sebagai laga terbaik yang pernah dilakoni PSIS. Pressing ketat sepanjang pertandingan membuat 20 ribu penonton selalu dihampiri rasa khawatir. Bahkan kala waktu berderak semestinya, pendukung dan pemain PSIS berharap menit lebih cepat berlalu. Kaki sudah hampir kram. Tenaga sudah habis. Konsentrasi hampir buyar. Emosi muncrat sedikit demi sedikit. Dan kala wasit meniup peluit, kemenangan 1-0 disambut bagaikan juara akhir musim. Padahal partai final masih menunggu dua hari berikutnya. Namun, apa lagi yang harus dikhawatirkan, yang penting penantian panjang akan laga final akhirnya datang juga. Dan akhirnya, pertaruhan itu datang. Pemain antiklimaks. Semangat yang kemarin berkobar, seperti hilang diantara riuh rendah suporter. Kata hati ingin mengejar kemanapun si kulit bundar berlari, namun apa daya kaki tak sanggup menggapai. Dan Persik pun menari-nari diatas lapangan hijau.
Benar saja, kebahagiaan kemarin, tak ada lagi artinya. Kekalahan membuat gelar hiburan pemain terbaik tak sanggup mengobati penyesalan dan kekecewaan. Semua tertunduk lesu. Sedih, hancur. Hanya tangisan yang pelan-pelan terdengar di wajah-wajah lelaki. Ya, perjuangan semusim hancur hanya dalam 90 menit. Perlahan, kembang api mewarnai perayaan sang jawara. Dan kami harus meninggalkan panggung itu karena ini bukan hadiah buat yang kalah. Itu bukan pesta bagi si lemah.
Dan kini. Musim ini. PSIS terseok-seok di peringkat 11. Ah, andai saja gelar malam itu bisa dibawa pulang………..
Terlempar lagi di perjuangan pagi tadi…..
Andai saja MU bisa seperkasa saat menjungkalkan AC Milan pekan lalu…..








Hiduup Liverpool…. horeee… hihihi…
Nga ngerti bola nja ;D tapi horeeeeee aja dech… hee..hee..hee..
Ronaldo main jelek… (;_;)
Aku malah mikirnya, setelah juara terus apa ya…kebanggaan, kehormatan, dan apa lagi? Kadang berpikir setelah ada juara justru kosong hehehe
Hidup Juve…!! (lho?), hehehe… maklum gue Juventini, walopun dah terdepak dr serie A juga
Gue dulu jg gila bola, tp skrg dah ndak ngikutin lagi perkembangannya. Gak nyambung ya komennya? hehe…
kok jadi inget lagunya o town yang all or nothing ya?! hehehe…atau lagunya FIVE yang until the time it’s through yang ada kata2 now or never? hehehe…begitulah namanya juga manusia Mbakkk
jagoanku tetep ribut waidi!!
Lagi2 mengungkit luka lama…kekalahan Chelsea
aha si Nok kien kuh seneng pisan bal
tapi kayane, wonge kie dudu wong tegal
ndeleng tulisane prigel-prigel
pantesan dadine tah, warta oriental
ah aku cemburu dengan webmu…
apike porr!
wis lah, mengko mene maning
izin ngerlink yaa…
Wah, MU kalah, padahal penginku finale MU karo Liverpool… ben sing ndi ae sing kalah diriku gak gundah gulana hehehehe… *kabuuur*
hehehe, saya ga suka nonton soccer, diem wae yo kali ini