Saya lagi bingung meluapkan kejengkelan.
Kejengkelan dengan seseorang.
Berbagai cara sudah saya lakukakan, tapi tidak satu pun membuat saya puas.
Saya jadi ingat masa-masa sekolah saya yang banyak diwarnai perkelahian dengan teman-teman cowok.
Bermula dari masa Tk, kami berkelahi di dekat tempat main, padahal kelas sudah masuk.
Saat SD, tangan saya berdarah karena di tusuk pakai pulpen oleh teman saya.
Beberapa kali juga terlibat pertempuran fisik.
Menginjak SMP, saya juga tersangkut adu mulut–yang sebenarnya akan berujung pada perkelahian satu lawan satu– dan berakhir di ruang guru.
Bangku SMU mengingatkan saya dengan permusuhan dengan Ketua kelas yang saya anggap tidak cakap. Tasnya saya injak-injak dan disusul peperangan lainnya. Saya juga bermusuhan dengan guru xxxxx. Persoalannya sepele, dia suka ngomong jorok waktu ngajar di kelas . Saya tidak suka dan melakukan gencatan senjata. Akhirnya dia bicara dengan temen saya di lain kelas bahwa “SENJA SANGAT TIDAK MENYUKAI SAYA”. Saya makin tidak suka karena seharusnya dia ngomong langsung ke saya.
Saya sebenarnya bukan tipe pencari konflik, tapi membela diri, melindungi, mengatakan kebenaran–menurut saya–tetap harus dilakukan. Jangan biarkan orang semena-mena terhadap kita..

Kini,
Saya kembali jengkel.
Pengennya saya tinju-tinju mukanya.
Adu maen basket atau bertarung satu lawan satu….
Kalaupun tidak bisa, saya musti cepat-cepat menuntaskan ini semua. Minimal dengan cara menggenjot diri sendiri dengan olahraga, di sasana, di stadion, di lapangan, atau dimana sajalah…..
Dan bendera perang pun berkibar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!