Bukan Sekedar Bendera
Posted by senja on 05 Jul 2007 at 01:48 pm | Tagged as: etc
*pa kabar teman-teman semua, lama tidak bersua. Lagi kena virus sibuk kerja dan sibuk maen nggak tentu arah, jadi jarang ngeblog. Pengen sekedar ngopi atau ngeteh-bagi yang nggak suka kopi– dengan temen-temen. Pengantar pembicaraan tentang sebuah bendera..
Pekan ini Indonesia kembali diguncang–sebenernya nggak guncang-guncang amat sih– dengan dua bendera non merah putih. Bendera OPM dan RMS. Bendera indah itu, konon bikin 2 kelompok–disebut pemerintah separatis– tersebut berhasil menarik dunia luar. Benerkah? saya nggak tau pasti sih. Yang justru mengherankan adalah peristiwa pasca pengibaran bendera yang semuanya disisipkan melalui sebuah tarian tersebut. Orang-orang justru sibuk tuding-tudingan siapa yang salah, siapa yang bertanggung jawab. Kendati memang tidak salah juga menyelidiki siapa sutradara di balik tarian politis ini, namun ada baiknya, menelisik lebih jauh esensi dua bendera tersebut.
Mereka hadir karena protes. Protes karena sebagai anak kandung, mereka diperlakukan seperti anak tiri. Kini, setelah berpuluh-puluh tahun ditindas, si anak tersebut ingin minggat saja, pergi menjadi orang bebas. Bebas se bebasnya. Biar apa yang ia punyai bisa diurus sendiri oleh si empunya. Sayangnya, sudah memperlakukan tidak adil dan setengah sayang, sang orang tua kandung ini enggan juga melepas anaknya itu. Kini setelah emosi sudah sampai ubun-ubun, anak-anak kandung yang diperlakukan layaknya anak tiri itu protes se protes protesnya. Sayangnya si ortu tak juga koreksi diri.
Saya sendiri ikut tersedu melihat tarian pemuda-pemudi yang membawa bendera OPM. Nyata betul kesedihannya. Ingin betul mereka pergi kendati sudah sepanjang hayat berada di bumi ini. Saya pikir sudah waktunya–kendati telat– pemimpin negeri ini bertanya dengan nurani. Enyahkan semua kepentingan mengeruk harta di sana. Berikan tempat yang sama seperti selayaknya….jangan sia-siakan. Saya tidak ingin kehilangan sodara lagi….








hidup Indonesia!!!!!
nice post nja….kritis sekali kamu….bener2 cinta Indonesia nih
Ak dak ngerti masalah di negeri sendiri??
Duh….
lam kenal ya….
Wow tulisan yang sangat mantap…
Iya seharusnya sang orang tua itu introspkesi, lupakan egoisme dan perasaan sok kuasa hanya karena posisinya sebagai orang tua.
Rengkuhlah kembali sang anak dengan cinta…
Sang anak melakukan semua itu bukanlah tanpa alasan bukan?
’sibuk maen nggak tentu arah’
hehe…ni nja tak kasih tau biar tau arah. kamu liat kelangit, kalo liat rasi bintang seperti layang-layang, itu tandanya arah selatan. nah, kalo selatan udah ketemu, kan gampang dmana yang utara, barat dsb.hehe..
senjaaaaaa……. alangkah kangennya saya dengan dikau
maap lama ga njenguk kemari… blognya makin manis aja nih! berbau cappuccino lagi… i love it.
kpn YM-an lagi
ketidakadilan memang harus segera dienyahkan dari bumi indonesia ini, supaya kejadian serupa tidak terus berulang dan kita benar-benar bisa menjadi bangsa indonesia.
Saya kira gara2 pemerintahan yang sentralistik banget dan pemerataan pembangunan yang kurang membuat banyak hal-hal kayak gini terulang lagi.
Lah inilah PR yang harus dikerjakan pemerintahan indonesia saat ini.
Btw, layoutnya berbau kopi hehehehe… ilikeit nja…
Saya juga tidak ingin kehilangan saudara nja… ;D