Surat Buat Negeri Seberang
Posted by senja on 09 Aug 2007 at 08:03 am | Tagged as: my opinion
Hai apa kabar?
Sedang musim apa sekarang? Ingat kau berjanji membawaku ke negaramu. Ya ya ya aku tahu kau pasti sedang sibuk. Aku pun juga seperti itu, tapi ingin kulunasi utangku padamu. Hutang sebuah cerita tentang negaraku yang sebentar lagi akan ulang tahun……
Namanya Indonesia
Umurnya kini, 17 Agustus mendatang 62 tahun (bener kan???)
Tua sekali ya. Eyangku juga seumuran itu. Perilakunya? Di satu sisi ia seperti layaknya anak kecil, tapi ia juga jadi makin religius, sering berdoa. Itu eyangku, beda lagi dengan Indonesia. Negeri hebat ini ku lihat malah jarang berdoa. Hebat bukan. Kamu pasti bingung. Pejabat-pejabatku hanya berdoa di kala bulan ramadhan. Mereka berduyun-duyun ke masjid, satpol PP menggusur tempat-tempat maksiat hanya karena alasan bulan ramadhan. Setelah itu PSK (dan sejenisnya) bebas lagi beroperasi di pinggir-pinggir jalan dan lokalisasi. Bulan ramadhan memang suci sekali, maka kejahatan dan maksiat hanya boleh di 11 bulan lainnya…..
Kau tau, ada banyak kebanggaanku dengan Indonesia. Di negaramu pasti tidak akan kau temui lautan lumpur yang dibiarkan berbulan-bulan. Di Indonesia, tepatnya di sebuah kota bernama Sidorjo, lautan lumpur mengubur belasan desa, merugikan ribuan penduduk, menenggelamkan ratusan pabrik. Anehnya si pembuat lumpur justru jadi orang kepercayaan presiden kami. Hehehehe, benar sekali, yang dirugikan kan orang kecil, jadi mereka sah-sah saja terlunta-lunta karena kesalahan yang tidak mereka buat.
Taukah kau, beberapa tahun belakangan ini Indonesia sering sekali terkena bencana alam. Entah itu tsunami, banjir, gempa bumi, tanah longsor, dll. Menariknya, hal itu tidak membuat semua elemen masyarakat bersatu. Mereka justru mengambil keuntungan dari yang terkena bencana. Bantuan kerap kali salah sasaran. Negara asing pun berduyun-duyun mengirimkan bantuan (mungkin negaramu juga). Presiden dan wakil presiden lantas mengumumkan sejumlah kompensasi. Hanya itu karena hingga kini kompensasi itu tidak sampai ke bawah. Ya ya yang lebih penting memang menenangkan singa lapar bukan, urusan apakah janji bakal dilunasi itu masalah belakangan.
Di satu sisi, negaraku justru bangga karena setiap tahun berhasil mengirimkan wakilnya ke miss universe. Itu lho ajang ratu-ratuan. Kami merasa mempopulerkan negara ke internasional memang penting sekali, dengan cara menjawab beberapa pertanyaan dewan juri, foto dan berlenggak-lenggok dengan bikini, mengunjungi panti asuhan 10 menit dan memakai gaun-gaun indah. Itu penting banget lho karena yang dikirim adalah wanita-wanita terpilih. Kata panitia, putri Indonesia kami punya 3 B, beauty, behaviour, brain. Brain? Iya bener. Mereka pinter-pinter lho, kalau nggak pinter mana mungkin mau dipakein baju renang, di foto-foto dan jalan di catwalk dengan senyum merekah selama berjam-jam. Hebat bukan…..gimana aku nggak bangga dengan mereka….
Ehmmmm, kemarin kau tanya tentang korupsi, kolusi, nepostisme. Tentu saja bukan hal yang sulit untuk menceritakannya, karena 3 hal itu sudah menjadi syarat wajib pejabat alias pelayan publik. Jika tak bisa menjalankan KKN (di kampus-kampus juga banyak KKN, tapi kuliah kerja nyata, hehehe) minggir aja ke laut…
Ahhh aku hampir lupa menceritakan tentang ulang tahun negaraku. Begini, di Indonesia, ulang tahun diperingati dengan besar-besaran. Perayaan artifsial sangat penting. Lampu-lampu hias dipasang sepanjang jalan. Bendera dan umbul-umbul bersaing berkibaran di setiap sudut kampung. Lomba-lomba seperti balap karung, makan krupuk dll adalah menu wajib. Pagar dan gapura desa harus dicat biar seger. Upacara pengibaran dan penurunan bendera yang dihadiri presiden selalu di relay semua stasiun tv. Setelah itu? Sudah selesai. Seperti pesta yang sudah usai. Semua lampu hias, bendera, dan umbul-umbul diturunkan, disimpan, karena tahun depan akan dipakai lagi.
Sebenarnya masih ada banyak yang ingin ku ceritakan padamu. Tapi kapan2 saja kusambung surat ini. Salam hangat dari Indonesia….








minggir ke laut? justru di laut KKN jaya…
eh si kumis menang pilkada ya
hmm, luv this story! aku suka angle penuturannya …
Haaai.. satirenya mirip punya Taufik kemas eh salah Taufik Ismail…. terusin Jeng, gayanya enak dibaca dan perlu… emangnya tempo dulu?
Dini hari ini suhu badanku meninggi.
Mengunjungi blog Senja untuk mencari kesejukan,
tapi yang ada adalah kisah yang membuatku makin ingin menangis.
Sudahlah…
*nyemplung ke laut*
jadi ngefans karo sing nulis surat, hahaha
ada banyak yg dibanggakan dari negri ini, sebanyak yang ditangisi jeng. bencana dan berkah sama saja, sama-sama tidak berguna, atau sebaliknya.
aku percaya selalu saja ada titik balik pada perjalanan bangsa, dan semoga saja kita menjadi salah satu kontributornya. dirgahayu sang republik!
INDONESIA
sound familiar???
Itu surat bukan buat saya khan? Lha saya masih di Indo kok Haha, makasih masih menjenguk blog saya yang sempat mati suri. Pa kabar?
dan juga wakilwakilnya sudah bertugas dengan semestinya (sesempurna mewakili rakyat) huek !!!
Nja, postingan keren.
Tetep cinta sama Indonesia, tapi sayangnya dengan kebanggan yang makin nipis.
Semoga masa mendatang lebih baik lagi ya, Nduk.
Makanya kamu sekolah sing pinter biar bisa nggiring negeri ini ke arah yang bener.
Ntar jadi guru buat anak2ku.
Gitu?
T’lah kuterima suratmu…
Kubaca dan aku mengerti…
Betapa merindunya dirimu akan jayanya negerimu eh negeri kita
Indonesia mungkin penganut tua-tua keladi
la… ini surat di tujukan ma sapa sih ??? kok gak ada Kepadanya??
tapi..
apakah indonesia melulu menyedihkan..?
indo bener2 merdeka gak??
I Love Indonesia..
Kau Begitu Menggairahkan Sekarang Ini…
salam juga dari negeri alien…kayaknya di negara saya nggak sesial negara Anda deh..kasihan sekali ya Indonesia. Bagaimana kalau sebagian warganya dipindahkan saja ke negeri saya, ke negeri alien?? space kosong masih banyak kok, dan saya jamin mereka tidak akan dijadikan TKW atau TKI yang disiksa atau malah urusan keimigrasiannya dipersulit.. bagaimana tawaran saya?
wah, mbak senja tinggal di indonesia yang sebelah mana ya?? rt berapa??
kok di indonesiaku ga seperti cerita yang ada di surat mbak yaa??
atau memang ada 2 indonesia???
mmm…mu komentar apa ya?abis menyodok banget sih.tepat.
tapi bagaimana pun juga I Luv Indonesia Tumpah Darahku.Pernah terpikir bagaimana kalau Indonesia tenggelam, tar gue dikubur dimana?Masa’ dilarung di laut?
MERDEKA!!
ditambahin nja,
kemaren juga, lagi heboh dengan ditemukannya lagu indonesia raya tiga stanza. kata si penemu, ditemukannya di server belanda. eh..ga taunya..dari ngopi. aneh kan.
Hiduplah Indonesia Raya…
ngece…ngece…tak sobuek-sobuek sisan ….xixixi….tapi bener kok, kasih tau orang² sono juga, biar endonesa kacaow(menurut versi gaktausapa), dengan duwit mereka, mereka akan bak raja di endonesa…khususnya belanja² dari harta sampai wanita (kalo tahta…mmm..) pasti akan dilayani sepenuh hati, bilang juga kalau mereka jalan² pasti akan disapa, paling tidak disenyumi.
ups…kok malah mau ngeblog ditempat senja only :p
wah..nice postingan..
kayaknya pas banget buat nyambut HUT RI.
Sekaligus ngingetin..bahwa Indonesia tuh masih banyak bgt PRnya.
Btw, salam kenal ya mba.. nice blog nih jd pengen minum kopi. ^^v
indonesia makin oke dengan kehadiran orang2 seperti anda..
Otakku lagi ngejlimet, pusing, badan panas dingin..
main ke rumah senja jadi makin pusing disuguhi realita nasib bangsaku yang makin ambruk hikssss..
btw “TOP” u tulisannya nja, MERDEKA
OOT : Kabarku baik2 aja say….:P
OOT: biar nggak banyak yang OOT ya mbok pasang es-beh…