*woi-woi, bangun!!!!!!!!!!!!!!!!, besok dah Senen lagi, nggak wiken lagiiiiiiii

Kehilangan hape memang sebuah kemalangan, tapi entah mengapa ternyata-seperti sahabat saya bilang-ada banyak hikmah tersembunyi yang bikin saya sama bahagianya seperti sebelum adanya peristiwa itu….

Sejujurnya, 2 jam setelah menyadari ninggalin hape di warnet, saya tidak sesedih yang orang bayangin. Sorenya masih ke stadion Jatidiri, malamnya masih ngantor…masih ketawa-ketawa, ngobrol ngalor, masih makan malam dengan amat lahap, tidur nyenyak dan bangun pagi seperti biasanya, ngopi, dengerin radio..dan lain-lain. Semua kegiatan berjalan seperti biasanya. Walaupun memang tidak sepenuhnya biasa karena mengalami kesulitan komunikasi. Ingin sementara sendiri memang iya, cuma ingin meresapi kata hati kecil (saya memang lebih sering bertengkar dan diskusi dengan hati kecil ketimbang dengan manusia). Terus terang ini adalah peristiwa kehilangan yang cukup besar setelah kehilangan manusia karena kematian (jadi inget judul postingannya sapa gt..:p).

Kesimpulannya….
Ada banyak hal yang memang harus lebih diperhatikan. Hanya berpikir, jika ada seseorang yang menemukan barang bukan miliknya dan mengambil keuntungan dari barang itu, saya lantas tersadar bahwa sedikit banyak, saya juga ikut menciptakan kondisi seperti itu. Seandainya sebagai mahkluk sosial saya mau-mampu-sering memperhatikan orang lain. Bahwa di sebagian kesuksesan dan kebahagian yang setiap hari saya kecap adalah juga milik orang lain, maka bukan tidak mungkin orang-orang seperti itu punya kesadaran lain. Bukankah tingkat kriminalitas adalah juga cerminan dari kehidupan hedonis sebagian orang yang membuat si “kecil” cemburu dan merasa ingin merasakan hal yang sama dengan merampas hak milik orang lain secara illegal?…

Bahwa kehidupan saya tidak melulu, jalan-jalan yang setiap hari dilalui dengan motor, kantor lantai 4, imel, dunia maya, blog atau apapunlah itu. Mobilitas tinggi terus terang sangat mengurangi sensivitas terhadap sekitar. Sebagai individu yang mampu bahagia setiap hari seharusnya ada kesedihan-kesedihan untuk membagi perhatian kepada kaum-kaum yang tidak bahagia. Sebagai individu yang setiap tarikan napas merasakan kasih sayang orang sekitar, seharusnya juga kerap merasakan bagian dunia ini yang tidak penuh cinta.

Ketiga–sumbangan dari seorang sahabat– bahwa hidup harus seimbang. Seimbang secara vertikal dan horisontal. Seimbang antara kerja dan ibadah. Tidak melulu kerja, tapi melupakan tanggungan kuliah yang garis matinya makin mendekati. Huwaaaaaaaa……….

Keempat– Subhanallah, saya makin percaya saya punya teman, sahabat, sodara dan khususnya orang tua yang luar biasa. Ditengah kepanikan, mereka mampu menyalurkan energi-energi positif yang turut membuat saya makin bahagia- pun setelah kehilangan. Teristimewa untuk bapak dan ibu, Alhamdullilah tidak ada makian dan amarah walaupun saya telah mensia-siakan uang tabungan berbulan-bulan ber-wujud 2 hape yang ilang itu. Mereka berdua-lah satu-satunya orang yang tidak pernah melontarkan amarah. Bahkan dorongan spirit dan keiklahsan-an mereka membuat saya merasa tidak kehilangan apa-apa.

Akhirnya, saya merasa-seperti– sedang ulang tahun hari ini….sedang merasa bertambah umur seperti juga Indonesia, one year older, one year better…..

*udah ahhhhh, jadi mellow gini, hiks hiks…..
* Btw, akhirnya Chrisjhon menang…Horeeeeeee. SELAMAT-SELAMAT!!!!