Kontradiksi
Posted by senja on 06 Oct 2007 at 07:35 am | Tagged as: etc
Makin ujung, puasa makin berat….
Makin ujung, makin memperlihatkan kontradiksi
Hari ini, adalah 7 hari menjelang usainya ramadhan..
Pusat-pusat pertokoan penuh dengan geliat manusia, pojok-pojok pasar sesak tawar menawar. Sudut warung dan gerai makanan ludes di siang hari bolong. Aneka tulisan potongan harga menyembul di balik kepala orang-orang.
Jalan makin macet, asap knalpot makin menyesakkan. Pemudik menyemut seperti rombongan pawai. Ada yang sabar antre, tak sedikit yang main sodok. Laju bus, motor, pesawat, kereta api memerahkan mata.
Dapur-dapur diisi aneka makanan. Toples-toples aneka warna berjejer di meja. Sudut kamar dipenuhi cekikikan anak-anak yang mencoba baju baru. Semuanya tumpah ruah…
Hari ini, 7 hari menjelang usainya ramadhan
Mushola, surau, masjid, kian kosong ditinggal penghuninya. Tadarus quran makin kecil suaranya. Saf-saf tarawih berjamaah tak lagi berdesakan. Sandal-sandal di depan pintuMu makin sedikit jumlahnya.
Dan ada jiwa-jiwa suka-duka, diantara hiruk pikuknya kota..
Mereka yang tidak membeli baju baru, mereka yang masih memikirkan segunung hutang, mereka yang menunggu hari pembebasan, mereka yang terpencil di titik pulau terpisah ratusan kilometer dari keluarga, para orang tua yang tidak dikunjungi anak dan cucu.
Mereka yang tetap bekerja di hari raya. Juru rawat, penjaga palang pintu kereta, penjaga keamanan, pengais rejeki dari yang mereka berlebaran.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SEMOGA TETAP MERINDUKAN RAMADHAN SELANJUTNYA……








salut buat mereka yang tetap bekerja pada haru ray idhul fitri!!!!
gw pernah pas sholat ied langsung kerja pd taun 2004-2005 kemaren, hehehe, sepi bangettt
di beberapa paragraf terakhir… bener2 menggambarkan tentang keadaanku sekarang..hiks
mohon maaf lahir batin.. ayo mudik mudik
Justru kontradiksi paling lengkap adanya pas bulan Ramadhan gini, terutama di kota besar sih (tarik nafas)
alhamdulillah bisa mudik…
ya spt itulah gambaran orang orang indonesia saat mau menjelang lebaran
kemarin pas cempluk ke masjid, cuma ada 2 shaf padahal hari pertama tama sampai 5-6 shaf 
“Mushola, surau, masjid, kian kosong ditinggal penghuninya.” kebiasaan yang sudah menahun dan akut…
mohon maaf lahir batin…iya nih di bandung juga, berapa hari lagi mau lebaran jalan malah tambah macet, untung dah libur, kalo gk tambah pening..
Maaf lahir-batin juga, Nja.
Maaf Lahir Batin….
met lebaran, maaf lahir bathin
Walau tangan tak menjabat, mata tak menatap, namun hati masih bisa berharap, bibir masih kuasa berucap tuk berjuta kata maaf walau hanya melalui baris-baris kalimat. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428H. Mohon maaf atas segala kekhilafan. Taqabbalalluhu minna wa minkum. Taqabbal ya karim. Minal aidin wal faidzin.
Selamat Idul Fitri, semoga kita kembali ke fitrah yang suci. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin
Semangat Bu’
rasa-rasanya,…kian hari…kian susah saja aku menerjemahkan kebaikan-Nya dalam perilakuku sehari-hari….
iyah nja….
met lebaran juga yaaaahhh….
semoga kita kembali ke fitrah…
amin….
Met Lebaran!!!
Lebaran sudah datang bahkan kini sudah H+2 Jakarta asih macet dilalulalangi oleh para pesiar lokal di tempat2 hiburan, pasar dan swalayan. Tidak saja di SMG, 7 hari menjelang lebaran, Jakarta bahkan tumplek blek ke pasar. Mnunggu lebaran memang mengasikkan tak seasik menikmati puasa itu sendiri????
Met Idul Fitri, moga puasa kia diterima, dan kamu makin bijaksana-bijaksini-bijaksono. Gimana Senja, konon ada angin berbisik, kamu tidak mudik tetapi justru sang bunda yang mendatangimu…. asyik dong jika terekam dalam blog ini…
wah postingan ini udah lama banget, kemana neeh orang nya, belum dari mudik ya
Jeng, kemarin aku keliling Jawa selama 4 hari… salah satu yangpaling terkesan adalah jalan yang ada di SEmarang indah sekali.. temanku bilang: jika melewati Semarang, maka kita menikmati Jalan Tol Gratis.. karena fasilitas jalan sekelas tol tapi gratsis… sepanjang jalan itu teringat terus dengan kamu jeng.. yang jelas kamunya mana ingat dengan saya… heheh ini sumpah bukan merayu (jika dilarang)
Met Lebaran ya..maaf lahir batin….
Maafkan lahir dan batin… Mudik kemana mbak senja?
sama-sama senja!!!
Tahun ini Jakarta mengurungku
tak ada kupat plus opor ayam. boro-boro makan enak, nyari warung aja susahnya minta ampun….
tak ada sungkem, hanya dengungan maaf lewat telepon yang entah kenapa sinyal di rutan salemba susahnya minta ampun.
seperti biasa, ketika orang-orang menikmati kemenangan, saya harus melihat tangisan istri menatap suaminya dibalik jeruji. ada haru, ada sukacita….
orang-orang seperti kita memang “dikutuk” untuk melihat itu semua.
met lebaran….
anggap saja kerja adalah ibadah…