Tentang Kematian
Posted by senja on 01 Dec 2007 at 07:30 am | Tagged as: etc
Semalam, menjelang dini hari tepatnya, saya bertemu teman lama satu profesi di stasiun Tawang. Ia kuli tinta asal Jakarta yang sudah seminggu lebih berada di Kudus karena sang bunda meninggal dunia. Kami bertemu karena tiket kereta api Semarang-Jakarta-nya saya pegang….
Wajahnya kuyu, menahan lelah sekaligus kantuk…
Senja (S): Capek sekali ya????
Teman Senja (TS): Iya. Beberapa hari belakangan ini nggak tidur. Selasa minggu lalu dikabari ibu sudah nggak sadar. Sempet masuk rumah sakit selama 2 hari. Trus akhirnya dibawa pulang ke rumah lagi karena nggak ada perkembangan. Sampe rumah beberapa hari lalu meninggal. sebelumnya, aku sempet muter-muter ke semua apotek di Kudus, nyari obat….
S: Owww….(nggak ngerti mo ngomong apa)
TS: Obat-obatnya masih banyak yang utuh. Termasuk infus-infus belum kepakai, eh ibu udah meninggal duluan.
S: (diem)
TS: Senja orang tuanya masih lengkap?
S: Alhamdulillah masih
TS: Enak ya..
S: (bingung) Ya udah jangan sedih. Semua orang tua kan juga meninggal, waktunya aja yang nggak sama.
Obrolan berseling ke hal yang berhubungan dengan pekerjaan, sepakbola, Sea Games, menpora dan lain-lain.
TS: Sebenernya aku pengen banget punya kerjaan yang deket ma keluarga. Bisa deket ma ibu. Tapi belum deket ibu udah keburu meninggal.
S: Ya berarti sekarang enggak perlu deket lagi kan??
TS: Tetep masih pengen cari yang deket. Apalagi bapak masih ada. Tadi nyampai stasiun aku telpon rumah. Katanya rumah sepi. Yang pengajian dah pada pulang.
S: Tapi bapak (bapaknya dia, red.) kuat kan ditinggal ibu (ibunya dia, red.) ?
TS: Sedih nja. Tetep aja sedih. Semalam aku nangis, aku tau bapakku tau aku nangis, tapi dia nggak mau deketin aku. Aku tau karena dia juga sedih
Obrolan kembali melenceng ke hal lain. Tentang biaya hidup di Jakarta, sebagian duit yang ilang di ATM, mahalnya pesawat Jakarta-Semarang, Kudus yang nggak punya lapangan golf dan lain-lain.
S: Mungkin, makanya orang itu musti punya banyak anaknya biar nggak kesepian, kalau salah satu dari mereka meninggal?
TS: Iya bener. Aku 3 besaudara, masih ada 2 adek di rumah, tapi tetap aja kerasa sepi
S: oooo (padahal aku cuma 2 bersaudara)
TS: Lebaran besok dah nggak ada ibu lagi di rumah. Pantesan, waktu lebaran dulu, pas mo pulang aku diciumin, dipelukin ma ibu…sekarang, setelah ada peristiwa ini jadi inget lagi
S: (diem)
Dini hari tadi. Setelah ia naik kereta, saya pulang sendiri. Menyusuri kota lama, jalan Gajahmada, Simpang 5, Ngesrep, Tembalang. Dingin. Dan sebagian sedihnya masih terasa…








Pola yang sama, tiap anak ingin kerja yang dekat orangtua, namun karena telah berpendidikan tinggi, lapangan kerja di kota kecilnya tak memungkinkan. Kondisi yang sama dengan saya dulu.
Tapi sebaliknya, bagi saya saat ini, punya anak dua, udah dewasa, ingin yang terbaik bagi anak-anaknya, entah dimanapun dia akan berkarir. Kalaupun anaknya 10, jika udah berumahtangga semuanya, dirumahpun juga tinggal kedua orangtua. Jadi pola pikir kita yang harus diubah, anggaplah, pembantu, saudara, teman kerja, tetangga dekat adalah saudara. Sehingga sebagai ortu tak menghalangi karir anak.
Kalau ingat ortu, saya juga tak sempat menemui beliau saat meninggalnya, bahkan saat saya datang, ibu sudah dimakamkan. Itulah kehidupan, yang masih hidup harus berdoa bagi ortu, karena hanya doa anak yang sholeh yang bisa mengurangi siksa kuburnya.
Nurut saya juga gitu
karir itu masih bisa dicari kapanpun lagi tetapi orang tua ? maksimum 30 tahun bisa bersama. Saya sendiri merasa masi kurang ajar + membantah ke orang tua. Jadi nyesel abis lihat artikel ini
thanks
PS : bilangin duka kami dari lintas berita
apapun yg kita lakukan, akan jadi salah semua jika sudah sampe menyesal. Misal sdh tinggal serumah pun, lalu kita pergi kerja, dan terjadi sesuatu dgn orrtu kita…kita pasti menyesal kenapa saya mesti bekerja? jadi nggak ada benarnya kan?
Yg pasti sih….kita harus lbh banyak belajar bijaksana menghadapi hidup…..
belum lagi sebulan ini salah satu mas-ku meninggal dalam usia yang relatif muda, 54 tahun. umur terasa semakin singkat, dan masih sering terbayang2 posisi tidur abadinya di dalam lubang sempit di tanah yang dingin itu.
semoga kedamaian ada pada mereka semua yang telah mendahului kita, dan semoga kehidupan yg kita masih jalani semakin bermakna.
turut berduka..semoga alharmhumah diterimaNya..
[speechless]
Salam buat TS..
Kehilangan adalah peristiwa alami dalam hidup, tapi tetep saja perih kalau kita atau teman deket kita yang mengalami.
Salam buat TS… Semoga tabah dan semoga terkabul keinginannya untuk bisa pindah ke deket2 Bapak.
kirim doa kami senja….
siapa kawan kau itu ??
inilah naluri dasar manusia. naluri berkumpul, naluri bersedih ketika orang yang dicintai menghilang, dan naluri lupa ketika kita kembali kepada rutinitas. semua yang terjadi pada kita seolah hanya menjadi bumbu, aroma, dan parfum hidup ini, tanpa kita sadari kita tidak bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang kita alami. btw, kematian juga naluri dasar manusia, naluri untuk kembali kepada pencipta seperti naluri anak yang pingin kembali pada pangkuan orang tua.
inget akan datangnya kematian, bikin kita lebih bersiap mengalaminya.
kematian adalah kepastian.
jadi teringat ibu yg sudah ‘nun jauh’ di sana
jadi ikut ngerasaiin…,
sekarang dah deket ma ibu…,,
tapi kok aku masih punya keinginan gede yak buat merantau…,,
hu…hu…hu…….
mizz u mom….
moga2 temenmu itu nggak sedih terus2an.
Woo situ cah Tembalang to….
nja, nasibku ojo dicritakno neng kene yo, heheheehe
Nitip pesen buat Ibunya ST, kalo ketemu Emak ku di surga sampaikan salamku, aku kangen beliau. Hiks… Baca postingan ini jadi ikutan sedih… : (
inna lillahi wa inna ilaihi roji’un
Sama ya kayak Tia…
baca ini jadi netesin air mata … jd keinget bundaku..bundaku juga meninggal tahun ini… sediiihhh sedih bangeeettt….
makanya..yg masih punya orang tua…selagi masih ada..tunjukanlah..sebanyak2nya..kalo kalian sayang mereka
emang sedih seh klo ditinggal orang yg kita cintai, tapi semua manusia berjalan menuju mati kan? hanya kita ngga tau kapan kematian itu datang….
aku saja selalu kangen ibuku yg jauh di semarang….wuihhhh…jadi pengin pulang….
humh … speachless nja, kedua ortu gue aja sudah meninggal. jadinya ya tinggal sebatang kara dah.
ada kutipan menarik yang kemarin gue dapat dari seorang narasumber gue: “di dunia ini ada 2 hal yang ga bisa ditunggu. pertama, berbuat baik. kedua, berbakti pada orang tua …”
Yah, begitulah kita yang merasa ditinggalkan. Sepi dan sedih karena mereka yang pergi sudah tak kembali lagi. Seperti saya yang baru dua bulan lalu kehilangan bapak tercinta.
Wah gara2 hiatus saya jadi ketinggalan banyak berita dan cerita …
Kematian … (kenapa) selalu saja menyisakan duka
[sedih]jadi ingin segera pulang. Selama ini daku pulang ke rumah ortu hanya jika disuruh saja. Jika tidak, ya mungkin sampai setengah semester baru pulang. menyesal saat pulang kemarin hanya bisa menggerutu sama mama.
hiks…hiks, tapi salam kenal ya…tulisannya menyentuh sekali
aku nggak terlalu deket sama ortu, meskipun semuanya masih ada…
kangen mama..