Thursday, February 14th, 2008
Daily Archive
Daily Archive
Posted by senja on 14 Feb 2008 | Tagged as: etc
Pernakah anda ke Rumah Sakit untuk urusan sakit yang sedikit remeh temeh, tidak penting, agak memalukan tapi harus dilakukan??? saya pernah….kemarin tepatnya…
Semarang yang sedang dilanda musim penghujan membuat warganya rentan dengan penyakit demam berdarah, atau minimal diare, pusing, demam dan lain sebagainya. Tapi bukan keluhan itu yang membawa saya harus ke salah satu rumah sakit pemerintah di kota lunpia ini. Saya ke rumah sakit juga bukan karena penyakit tipes saya tiba-tiba kambuh seperti dua tahun belakangan ini. Saya, si cewektulen ini harus ke UGD karena secara tidak sengaja menelan duri ikan. Duri ikan ini saya sinyalir masih nyangkut di tenggorokan sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa….waaaa lucu bukan….tidak penyakit serius tapi harus ditangani…kalau tidak, saya takut pita suara saya rusak dan tidak bisa lagi melakoni kegiatan berkaraoke ria…hiks hiks..
Bencana ini berawal dari aksi makan siang setelah sebelumnya tidak sarapan. Baru 4 kali menyendok, plus memakan ikan tersebut, si mbak warung menanyakan minuman apa yang saya inginkan. Dengan susah payah karena nasi masih mengumpul di mulut saya jawab minum es teh. Setelah dirasa cukup alias tidak ada duri ikan lagi, saya telan-lah si makanan tersebut. Wakssss…..ternyata masih ada duri dan nyangkut di tenggorokan. Saya gelontor pakai segelas es teh, tetap bandel. Saya sendokkan makanan lagi ke mulut agar si duri cantik itu mau hanyut, eh tetep aja nakal. Tenggorokan udah mulai sakit. Saya pesan lagi satu gelas es teh agar duri nan indah mau menuju perut. Ahhhh tetap saja tidak mau. Berbagai cara sudah dilakukan. Saya berinisiatif meneruskan makan agar durinya mau luruh. Tapi yang terjadi saya justru sudah tidak bisa menerima makanan lagi. Muntah-muntah karena ada benda asing nangkring di tenggorokan. Olala…capek deh…baru makan 4 sendok sudah dapat bencana. Akhirnya saya hengkang dari warung itu, di jalan, sambil nyetir motor, saya muntah-muntah lagi. Duh, antara ngebut agar cepat sampai di rumah salah satu sodara, tenggorokan saya makin nggak enak. Duri ini sepertinya bingung memutuskan apakah ke perut atau mau keluar…waaaaaaaa
Nyampe di rumah saudara, saya coba minum lagi. Tetap tidak berhasil, kue milik Fazel saya makan agar duri ini mau mengalah tapi nihil. Yang ada saya justru muntah-muntah lagi. Air mata, keringat sudah memenuhi wajah. Saya pun nyerah….tenggorokan makin sakit, dibuat geleng-geleng kepala sakit, dipake nunduk nyeri…waduh…
Akhirnya saya cabut ke UGD dengan menahan sakit dan malu. Setelah menunggu giliran cukup lambretta alias lama, akhirnya nama saya dipanggil.
Mas Dokter (MD): Namanya siapa mbak?
CewektulenButuhBantuan(CBB): Senja
MD: Siapa? Cintia?
CBB: S E N J A (yeeee Cintia mah nama penyanyi dangdut kaleeeee)
MD: Sakit apa?
CBB: Hiks…tertusuk duri, eh maksudnya pas saya makan, nggak sengaja nelan duri…sekarang masih ada di ternggorokan (maluuuuuuu….)
MD: ooooooo, masih kuliah? Jurusan apa? Bla..bla….
CBB: Iya…bla bla (Duh masnya yang ditanyain nggak penting banget, nggak ada hubungannya ma penyakit..huh…….woiiiiiiii)
MD: Oke mari saya periksa…wahhh, ini musti ke THT
CBB: Gpp yang penting durinya keluar. Emang kalau di THT mulutnya diapain dok?
MD: Ya dikeluarkan….
CBB: Hah….pake alat?
MD: Iya, hayooo katanya tadi mau diapa-apain asal keluar..
CBB: Iya, saya kan cuma nanya..masak nggak boleh..
Setelah diperiksa, si dokter ini lantas menyerahkan tanggungjawabnya kepada dokter spesialis THT. Bu dokter yang budiman ini juga tidak menemukan duri nangkring di tenggorokan saya. Sudah diobservasi. Lidah saya sudah ditarik, udah diapa-apain sampe muntah-muntah, tapi hasilnya nihil. Hiks. Dokter cantik ini menyimpulkan masih ada dua kemungkinan. Pertama, duri itu memang masih ada di tenggorokan sehingga menimbulkan rasa sakit yang teramat dalam. Yang kedua, duri sudah hilang namun meninggalkan luka di tenggorokan….Duhhhhh
Akhirnya saya pulang dengan gontai. Setelah menebus obat di apotik, saya pun pulang…..Kalau seperti ini….saya jadi takut makan ikan berduri. Mungkin baru beberapa bulan ke depan saya sanggup makan diwarung itu lagi…hiks…..