Sebuah Solusi Bernama Trans Jogja
Posted by senja on 18 Feb 2008 at 09:54 am | Tagged as: etc
Hari ini, armada baru transportasi darat di Jogjakarta mulai beroperasi bernama Bus Trans Jogjakarta (BTJ). Sebenarnya, bus ini sudah mulai disosialisasikan kemarin. Penumpang boleh naik gratis kemanapun sambil nyoba-nyoba beberapa jalur. Cuman karena kemarin hari Minggu, jadi nggak ikutan nyoba karena kampus biru tutup. Nah, hari ini kelar nonton pameran foto (update selanjutnya tentang pameran foto keren…) berangkat deh naik BTJ tanpa tujuan alias cuma pengen jalan-jalan doang, kalau di F1 kegiatan ini dinamakan test drive..yah, beda-beda tipislah…wekekeke…
Eh..sebelumnya, tidak ada salahnya daku menjelaskan dulu apakah BTJ itu…. Sebenarnya konsep BTJ tidak jauh beda dengan Bus Trans Jakarta atau justru kerap disebut sebagai busway. Intinya sih, bus ini menyediakan/menjanjikan pelayanan memuaskan untuk penumpang karena busnya ber-AC, bersih, dan hanya berhenti di halte-halte yang disebar di 76 titik seluruh Jogja. Di halte yang beberapa diantaranya digunakan sebagai Point on Sales (PoS) inilah penumpang bakal turun dan naik menuju ke halte-halte berikutnya tergantung tujuannya. Tujuh PoS, salah satunya di Halte Kopma UGM, para penumpang bisa membeli kartu berlangganan yang bisa digunakan untuk jangka waktu tertentu. Jadi dengan punya member card, penumpang tak perlu repot-repot membawa duit cash setiap akan naik, karena perjalanan –dalam kurun waktu tertentu– sudah dibayar dimuka. Oya, terkadang untuk mencapai satu tempat, penumpang harus berganti dari bus jalur satu ke yang lain. Jika ini terjadi, penumpang tak perlu membayar lagi, karena selama pergantian bus selama dilakukan antar halte/tidak diluar halte, maka itu dianggap sekali jalan. Sebagai awal sosialisasi, kita hanya perlu merogoh kocek Rp 1000. Selanjutnya, ongkos bakal dinaikkan menjadi Rp 3000 sejauh apapun tujuan kita. Sekedar perbandingan, di Jogjakarta bus biasa mematok tarif Rp 2000 jarak jauh/dekat.
Ada satu perbedaan vital yang membedakan BTJ dengan Bus Trans Jakarta. Jika di Jakarta, bus ini melintasi jalur khusus yang ditandai dengan separator yang memisahkan jalur biasa dengan busway, di Jogja tidak ada separator. Jadi BTJ tetap berjalan di jalur biasa bercampur dengan kendaraan lain dan tentu saja kemacetan di beberapa titik. Kenapa tidak ada separator? Pertama, karena lebar jalan-jalan di Jogja tidak seluas Jakarta atau Semarang sehingga sudah tidak memungkinkan pembagian jalan untuk bus khusus dan umum. Kedua, ini semata-mata (dugaan pribadi) dilatarbelakangi alasan kearifan lokal, agar BTJ tidak serta merta mengkhususkan diri dengan dengan dominasi di jalur khusus, sedangkan bus-bus lain masih bergumul dengan macet di jalur biasa. Efeknya waktu tempuh BTJ dari halte ke halte tidak bisa dipastikan. Jangka waktunya sekitar 10-15 menit.
Sekedar info–dari beberapa petugas yang saya tanyai– belum ada demonstrasi penolakan besar-besaran terkait peluncuran BTJ. Semuanya berjalan lancar. Mungkin kuncinya adalah karena beberapa sopir dan trayek bus lama dialihkanke BTJ sehingga tidak ada penumpukan armada. Bahkan beberapa halte BTJ juga berada di dalam terminal pemberhentian/pemberangkatan bus umum seperti terminal Condong Catur dan Jombor. Faktanya, para sopir biasa dan awak BJT gayeng bercanda dan ngobrol :). Satu lagi info penting, BTJ beroperasi hingga pukul 21.30 WIB. Hal ini memecahkan problem angkutan di Jogja yang selama ini hanya beroperasi hingga sebelum magrib.
Balik lagi ke perjalanan saya muter-muter tanpa arah…cukup menyenangkan. Walau berdesakan karena ternyata tidak hanya saya yang jalan tanpa arah, namun penumpang-penumpang lain yang cuma jalan-jalan dari satu halte ke halte lain agar lebih familiar dengan jalur yang dilalui. Anak-anak sekolah juga menyambut gembira, bahkan ada gerombolan pemuda SMP yang merencanakan untuk pergi keliling kota Rabu lusa dengan bus. Ya, halte-halte BTJ memang sengaja di bangun dekat dengan sekolah dan kampus agar memudahkan akses konsumen. Perjalanan yang berawal halte depan RS Panti Rapih, terus melaju hingga SMP 5, Kusumanegara,Umbulharjo, Wirobrajan, Jalan Magelang, Monjali. Pas di tengah jalan daerah Wirobrajan, bus yang saya tumpangi nabrak becak plus sopirnya (tukang. red). Becaknya terbalik. Tukang becaknya marah-marah. Walau nggak luka tapi becaknya rusak. BTJ terus melaju karena penumpang harus mengantarkan penumpang ke halte berikutnya. Pas di halte tujuan, si sopir digelandang ke kantor polisi oleh pak polisi (ya iyalah :p) untuk dimintai pertanggungjawaban. BTJ kemudian meneruskan perjalanan dengan sopir lain. Duh…
Pelayanan awak bus juga memuaskan. Mereka dengan sukarela menjelaskan jalur-jalur yang tidak kita ketahui. Bahkan beberapa kondektur selalu mengumumkan ke halte mana tujuan kita berikutnya. Tentu saja hal ini memudahkan untuk para penumpang awam.
Akhirnya, saya terpaksa turun Monjali karena nggak tahan kelaperan…hehehehe. Akhirnya berganti bus menuju terminal Condong Catur dan pakai bus biasa untuk pulang…capek..tapi menyenangkan jalan-jalan kali ini..
But, saya nggak sempet motret. Suasana bus yang hiruk pikuk dan sesak membuat saya malas untuk motret. Lagian bentuknya kayak bus biasa kok, tapi bedanya di dalam ada tempat dan pegangan untuk penumpang yang berdiri. Akhirnya..seperti yang tertulis di kaca BTJ, “Selamat di datang di kawasan bebas rokok, copet dan pengamen”!!! wekekekeke








itu BTJ baru beroperasi sekarang tapi haltenya udah jadi tempat buat para mural jalanan yang tidak pake aturan mencurahkan kreativitas mereka..hemmm..
sori tadi ga nemenin. Besok akan dimulai petualangan gue sesungguhnya untuk BTJ..
mo ikutan lagi??
huehuehueh
Wuih, ketok’e asyik jalan-jalan keliling Jogja dhewe’an numpak bus.
Aku lg nunggu BTS, Bus Trans Suroboyo.
Tapi BTS kayaknya ribet. Belum ada amdal. Ada lucunya jg; tadinya kayaknya wakil rakyat mempersulit BTS, tp abis ada gelontoran berjut2 berubah sikap dalam sekejap.. dasargerombolanmatre.
aku kok lebih senang tanpa jalur khusus kyk yg di Jkt sini ya…..jadi gak fleksibel gitu…..
wah…aku jadi ingat pas pertama pindah kesini….beli tiket bis trus tiap naek minta transfer tiket abis kan mau ngenal victoria disegala penjuru???
jadi ya naek bis…tinggal duduk dan liat kiri kanan..
(untung bis disini jarang yg monkey class…..ngga make gelantungan…….he he he)
jangan2 adegan nabrak becak itu pun termasuk dalam skenario uji coba sehingga bisa nunjukin pada penumpang bahwa perjalanan BTJ ga bakal terganggu hanya karena kecelakaan
beda serebu tapi nyaman, gapapalah…
ada yang lewat babarsari gak nja??
uhmm…
mkz ntar awal 2009 baru ada busway…
sekarang baru mau masuk tahap awal hehe
jadi pengen ke jogja. harusnya dg adanya ini memudahkan turis kere kaya aku ini dong ya ? :p
transjogja ituh sama kyk busway dijakarta kah???
he eh, pas cempluk ke jogja bingung, ada apaan nih ada kios berukuran besar di pinggir jalan..eh..tau nya itu tempat halte bis toh..ya maaf..
saya belum nyoba ….
Wahh asyik…kalau ke Yogya bisa keliling kota naik BTJ
wah enak y bisa keliling jogja pke BTJ, besok nyoba ah…….smoga masa promosinya terus diperpanjng biar byrnya tetep 1000. Amien…..!!1
syukurlah.. fasilitas publik dah ditambah di jogja.
salah satu cara untuk mengurangi kemacetam memang harus banyak-banyak bus bersubsidi macam itu.
coba kalu semua orang bisa ikut tertib ya jenk, jadi lebih enak menikmati numpak bis muter2 tanpa harus mumet mikiran kapan sampe ato kepanasen….
asyik banget kayaknya ya Nja. bisa wisata kuliner dengan nyaman pake BTJ ini nih.
selamat buat sedulur di yogya, semoga juga bisa terus mendapatkan tempat yang layak disisimu nduk… :); kapan2 nyobain deh..
wah.. keren..
jadi tambah pegen ke jogja *ga nyambung*..
padahal, di jakarta males bgt naek busway..
wah.. hebat..
semoga jogja tetap berhati nyaman…
Wah di jogja ada busway juga ;D
CURAAAAAANGGGGGG……!!!!!!
aku jugaaaa pengeeeennnn nyiciiiipppp BTJ. dah gak gratisan lagi ya? hiks…