Saturday, March 1st, 2008

Daily Archive

Stop Meresahkan Rakyat…

Posted by senja on 01 Mar 2008 | Tagged as: my opinion

Beberapa hari ini para ibu diresahkan dengan hasil penelitian IPB tentang fakta bahwa 22,73 persen susu formula dan 40 persen makanan bayi telah terkontaminasi Enterobacter Sakazakii. Temuan ini lumayan mengganggu karena pada umumnya anak-anak setelah usia tidak minum asi (usia berapa ya??, ntar tanya ma sodara yang dah punya anak) mereka mengkonsumsi susu formula..

Nah tapi yang lebih mengganggu karena hingga kini tidak daftar pasti susu dan makanan bayi mana saja yang terkena bakteri. Hasilnya, hasil penelitian itu terbukti ampuh membuat masyarakat bingung. Alih-alih bisa menyelesaikan masalah seperti tujuan peneltian pada umumnya, ini justru membuat masalah baru yang memenuhi daftar masalah orang Indonesia akhir-akhir ini…..

Ada apa dibalik penelitian IPB ini ? sang menteri kesehatan yang terhormat ibu Siti Fadilah Supari menunding ada hidden agenda dibalik penelitian yang meresahkan ini. Rektor IPB menolak jika penelitian ini dibilang ecek-ecek karena dilakukan oleh peneliti yang kredibel dan didanai oleh APBN. Di satu sisi IPB juga kebakaran jenggot karena disinyalir tidak berhak melakukan penelitian yang justru meresahkan itu, mereka menuntut menkes untuk meminta maap…

Sebenarnya ada yang perlu banyak dijelaskan pada kasus ini dan saya belum menemukan jawabannya di media yang beberapa hari ini saya pelototin..

1. Kenapa peneltian itu kesannya hanya di publish setengah-setengah?? tanpa menyertakan daftar susu dan makanan bayi yang terkontaminasi. Jika  seperti yang dikatakan IPB bahwa hasil riset ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat mengapa hasilnya justru sebaliknya???

2. Jika benar ada agenda terselubung, agenda siapa? oleh siapa? untuk apa?

Ayolah..rakyat Indonesia ini sudah sangat pusing dengan isu-isu tidak jelas. Belum lagi problem hidup yang makin menumpuk, makin menghimpit……jadi jangan perkeruh suasana dengan melemparkan bola panas tak jelas.

Media, sebenarnya bisa saja membantu masyarakat untuk bisa keluar dari masalah ini, namun mengharapakan media dengan ekspektasi begitu tinggi juga sama seperti mempersiapkan hati untuk kecewa ……