Stop Meresahkan Rakyat…
Posted by senja on 01 Mar 2008 at 12:13 pm | Tagged as: my opinion
Beberapa hari ini para ibu diresahkan dengan hasil penelitian IPB tentang fakta bahwa 22,73 persen susu formula dan 40 persen makanan bayi telah terkontaminasi Enterobacter Sakazakii. Temuan ini lumayan mengganggu karena pada umumnya anak-anak setelah usia tidak minum asi (usia berapa ya??, ntar tanya ma sodara yang dah punya anak) mereka mengkonsumsi susu formula..
Nah tapi yang lebih mengganggu karena hingga kini tidak daftar pasti susu dan makanan bayi mana saja yang terkena bakteri. Hasilnya, hasil penelitian itu terbukti ampuh membuat masyarakat bingung. Alih-alih bisa menyelesaikan masalah seperti tujuan peneltian pada umumnya, ini justru membuat masalah baru yang memenuhi daftar masalah orang Indonesia akhir-akhir ini…..
Ada apa dibalik penelitian IPB ini ? sang menteri kesehatan yang terhormat ibu Siti Fadilah Supari menunding ada hidden agenda dibalik penelitian yang meresahkan ini. Rektor IPB menolak jika penelitian ini dibilang ecek-ecek karena dilakukan oleh peneliti yang kredibel dan didanai oleh APBN. Di satu sisi IPB juga kebakaran jenggot karena disinyalir tidak berhak melakukan penelitian yang justru meresahkan itu, mereka menuntut menkes untuk meminta maap…
Sebenarnya ada yang perlu banyak dijelaskan pada kasus ini dan saya belum menemukan jawabannya di media yang beberapa hari ini saya pelototin..
1. Kenapa peneltian itu kesannya hanya di publish setengah-setengah?? tanpa menyertakan daftar susu dan makanan bayi yang terkontaminasi. Jika seperti yang dikatakan IPB bahwa hasil riset ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat mengapa hasilnya justru sebaliknya???
2. Jika benar ada agenda terselubung, agenda siapa? oleh siapa? untuk apa?
Ayolah..rakyat Indonesia ini sudah sangat pusing dengan isu-isu tidak jelas. Belum lagi problem hidup yang makin menumpuk, makin menghimpit……jadi jangan perkeruh suasana dengan melemparkan bola panas tak jelas.
Media, sebenarnya bisa saja membantu masyarakat untuk bisa keluar dari masalah ini, namun mengharapakan media dengan ekspektasi begitu tinggi juga sama seperti mempersiapkan hati untuk kecewa ……








mending minum air tajin aja ya nja. aman sejahtera binti sentosa. kagak perlu kawatir ade bakteri sakazakii (keren banget neh nama bakteri).^^
edan emang… masa gak dikasih tau sih nama merk susunya apa…
udahlah, mending ibu2 kasih anaknya susu sapi segar… anakku jg minum itu kok
jadi ingat kasus bakso tikus. cuma bilang ada bakso tikus, tapi nggak bilang dimana persisnya.
ini juga gitu. susu bakteri. susu yang mana?
yuuukk…
Selalu membingungkan, lihat aja tar juga hilang begitu saja tanpa ada kejelasan seperti kasus-kasus yang lalu hiks
njenengan kan orang media juga Jeng…..mbok diimbau itu teman2nya……
Itulah…lagi-lagi yang menjadi korban kebingungan yo wong cilik maning!
oalah jadi wong cilik di endonesya kok selalu sengsoro yo?
salam kenal,
untung anakku gak doyan susu formula….
cuman bapaknya yg kebat-kebit denger saling tuding antar lembaga itu…
kalau itu penelitian beneran mestinya hasilnya akurat, masyarakat justru untung krn diperingatkan, tp yg aku pikir tak mudah utk mempublikasikan merk susu, krn itu akan berdampak besar, ’soal politik’. Di belakang susu ada kekuatan besar, produsen, dampak pd pabriknya, penjual, pekerja, dsb…pasti ribet. Moga aja gak sampai ada kasus intimidasi.
iya mendingan minum susu tajin kali ya hehe..
oya kebetulan anakku masih ASI Senja. Murni, asli, murah hehehe…Dalam Islam biasanya sampai 2 tahun.
faktanya media malah membantu keluarnya info yang setengah-setengah ini. kehabisan bahan berita mungkin
udah lama males ngerti tentang keadaan negeri ini, semakin ga jelas semakin kabur..
Pusing NgeBingungin
mending dikasih asi aja bayinya
sebelum ada susu formula pun bayi yg dapat cukup asi tetap sehat2 aja