(me)Iklankan Diri
Posted by senja on 31 Mar 2008 at 04:57 am | Tagged as: media
Pemilu Malaysia memang sudah berlalu lebih dari beberapa pekan yang lalu. Namun masih tetap diperbincangkan karena hasilnya yang di luar dugaan. Ya, setelah bertahun-tahun Barisan Nasional (BN) memegang dominasi di Malaysia dan menang telak di beberapa negara bagian, mereka akhirnya tidak lagi digdaya. Dan bahkan mengalami penurunan suara cukup signifikan di basis-basis/kantong massa seperti Selangor.
Konon hal ini memicu kisruh internal di BN, karena lambat laun oposisi dikhawatirkan memegang kendali di negeri tetangga Indonesia tersebut. Dan beberapa waktu yang lalu, seperti yang dikutip Jawa Pos, Abdulah Badawi (Pak Lah) mengakui beberapa kesalahan yang telah BN lakukan. Kesalahan ini disinyalir menjadi penghambat kemenangan BN, sekaligus angin segar untuk oposisi. Pak Lah mengatakan partainya tidak jeli melakukan kampanye menjelang pemilu. Kampanye yang mereka lakukan hanya di media mainstream Malaysia. Sebaliknya para oposisi yang sebelumnya tidak diperhitungkan kekuatannya ternyata getol berkampanye via media lain yang relatif lebih bebas sensor yakni internet.
Malaysia memang belum mengecap kebebasan pers seperti di Indonesia. Pemerintah Malaysia mengendalikan langsung media untuk mendukung kepentingan negara (pemerintah) termasuk dalam membentuk opini publik. Maka tak heran konflik perebutan item-item kebudayaan Indonesia-Malaysia beberapa waktu lalu tak pernah muncul di media. Sehingga perang opini justru marak di internet khususnya blog. Anwar Ibrahim yang belakangan menjadi ikon kelompok oposisi Malaysia saat diwawancarai Andy F. Noya dalam Kick Andy Metro TV menyatakan bahwa pihaknya merasa kesulitan untuk menyampaikan kebenaran melalui media. Jalan satu-satunya adalah dengan menyebarkan informasi melalui internet, misalnya blog. Beberapa gambar penyiksaannya di penjara juga disebarluaskan melalui media ini.
Ternyata, perkataan Anwar ini bukanlah isapan jempol semata. Pak Lah jujur mengakui bahwa mereka sama sekali tidak berkampanye melalui internet. Sebaliknya, oposisi cukup cakap melihat celah ini. Tak bisa menguasai media mainstream mereka pun banting stir ke internet. Merosotnya suara BN memang tidak semata-mata karena hal ini, namun juga dipengaruhi karena merosotnya pamor pemerintahan Pak Lah semenjak menggantikan Mahathir Muhammad.
Jika kampanye dianalogikan dengan kegiatan ber-iklan kepada khalayak agar produknya dibeli oleh banyak orang atau minimal dikenal secara luas, maka mungkin analisi Pak Lah ada benarnya. Dalam strategi komunikasi pemasaran, produk dikenalkan kepada masyarakat melalui berbagai macam cara. Tujuannya, tentu saja agar semua khalayak bisa mengetahui. Ada komunikasi above-the-line (ATL) dan ada pula bellow-the-line (BTL). Above-the-line identik dengan komunikasi melalui media massa. Sedangkan bellow-the-line adalah strategi untuk mendukung ATL, sifatnya lebih personal dan cepat. Komunikasi melalui blog seperti yang dilakukan Anwar memang diyakini bisa menjangkau publik dengan lebih dekat, feedback lebih intens. Berbeda jika hanya menggunakan media massa karena ada jarak yang begitu luas antara pengirim pesan dengan penerima.
Yang lantas menarik untuk dilihat adalah apakah strategi komunikasi seperti ini juga akan menjadi tren kampanye para capres pada pemilu 2009 mendatang?? akankah tim-tim kampanye menjadikan internet sebagai sarana untuk menjangkau khalayak yang tidak terjangkau?? pantas untuk ditunggu ![]()








pak mahatir muhamad jg penah berujar kalo menyesal salah pilih anak buah tuk menjadi pm malaysa.. ya media internet memang sangat laju dalam penyampean informasi.. inilah yg blm disadari pak lah.. wkwkwk.. sekali muncul berita menyudutkan kerajaan langsung diberangus dan ditangkapi tu para bloger..
membayangkan capres2 itu ngeblog dan punya website sendiri yang isinya narsism..
wah..bukannya itu salah satu syarat jadi blogger ya?narsis!!
gimana kalo syarat nyalonin diri jadi capres adalah dengan punya blog…
hahaha, daku mau nyalon ah
kalopun di sini nantinya ada blog calon peserta pemilu, rasanya isinya kebanyakan malah kejelekan2 lawan yang dikupas dan dibesar-besarkan..
internet belom jadi prioritas tim kami, karena “pangsa pasar” kami memang sebagian besar tidak di situ. kemungkinan besar masih lebih melirik media cetak dan elektronik.
meski tidak secara resmi, saya “sudah mulai” memakai blog sebagai media kampanye kan?
saya suka tampilan blognya. enak dipandang. doyan ngopi ya, mbak? ngopi dimana nih?
Blog pun akhirnya akan dilirik sebagai media untuk menyampaikan berita.
Nahh bagaimana dengan partai politik di Indonesia, sudahkan mulai memanfaatkan blog? Walau yang menggunakan internet belum banyak, jangan dilupakan mereka bisa mempengaruhi opini…minimal ke anak buah, tetangga, orang rumah, sepupu dan keponakan…..
negara tetangga perlu belajar demoCRAZY yah…
Anang: Nang, bahasamu kui nganggo dialek malaysia yoo???
Stey: Enak kan, jadi punya “mainan baru”… capres narsis
Ray: Aku dukung kamu deh..
Sayur Asem: Kadang kita memang tidak berani untuk saling berseberangan, padahal liat saja Obama dan Hillary yang getol saling beda pendapat….
Isnuansa: Yap benar, memang harus sesuai dengan segment yang di bidik..btw, di blogmu nggak ada potonya pasangan calon nik….hayo tunjukkin dunk..wekekeke
Antown: Ngopi dimana saja mas….mari ngopi bareng..
Edratna: Iya bu, hal yang ibu sebutkan itu memang menjadi bagian dari komunikasi interpersonal yang kini mulai ditinggalkan padahal efeknya bisa luar biasa
Ario: Kalo pasang parabola mungkin bisa sambil nyetel Metro TV ya mas..
ini rupanya sisiu kuat kehebatan dunia perbloggeran….
blogger mbikin geger….!!!
media apa saja syah2 aja, internet/web,blog emang paling cepat pernah aku baca, lebih cepat dari TV. hanya sulit mencari politikus yg dapat dipercaya
strategi komunikasi politik lewat jejaring maya belum akan jadi tren di Indonesia..setidaknya jika masih ada anggota dewan, yang katanya terhormat itu, yang beralasan ia tidak punya alamat e-mail bukan lantaran ia tidak mampu beli..hahaha..true story..
paling males ah ngomongin politiker..yg haus kedudukan …cuapek…gak ada habisnya…pdhl kalo udah dapet kursi enak..boro2 inget2 sama kita2
Kita tunggu di 2009..
Apakah dunia maya akan ramai dengan kampanye??
kebayang ntar bagi2 kaos dll ada urlnya:D
tapi masalahnya..banyak banget pemilih yang tidak pernah mengakses internet..