Thursday, April 10th, 2008

Daily Archive

Jangan Reaktif, Dari Pada Malu

Posted by senja on 10 Apr 2008 | Tagged as: my opinion

Dulu……sindrom sumbu pendek, alias mudah marah, mudah bereaksi tanpa alasan jelas selalu identik dengan masyarakat di pedesaan yang kondisi ekonominya carut marut. Kini, identitas itu tidak hanya milik rakyat bawah yang resah dengan kehidupannya, namun juga para manusia yang konon memiliki kompetensi sehingga bisa duduk di lembaga nan terhormat, Dewan Perwakilan Rakyat…

Sehari sebelum, Al Amin Nasution tertangkap tangan oleh KPK di hotel Ritz Carlton dini hari kemarin, BK DPR berniat mengggugat Slank karena lagunya berjudul “Gosip Jalanan” yang dinilai menceritakan bagaimana kinerja DPR yang sebenarnya melecehkan mereka. Tentu bukan karena campur tangan Slank juga mengapa akhirnya sehari setelah statemen oleh Gayus Lumbuan itu dimuat media, justru KPK berhasil menangkap transaksi suap menyuap yang dilakukan anggota DPR dari PPP tersebut. Alasan Gayus simpel, karena lirik itu membuat anggota DPR gerah, karena mereka merasa reputasi dan kinerjanya tidak buruk-buruk amat.

Anggota DPR memang lebih suka mengurusi lagu-lagu seperti itu ketimbang memperjuangkan rakyat Porong yang sekian bulan terendam banjir lumpur buatan Bakrie. Mereka juga lebih senang mengacuhkan masalah pendidikan yang konon kian tak terjangkau oleh rakyat kecil.

Setelah berkoar-koar akan memolisikan Slank, DPR kini justru seperti tertampar perkataan sendiri. Kendati kasus Al Amin belum diputus akan berlanjut seperti apa, namun jelas-jelas anggota mereka sedang berada di bawah pemeriksaan lembaga superbodi itu dengan kasus yang amat memalukan…

Jadi saya usul kepada para bapak yang terhormat….. Sebelum melancarkan protes dan reaksi yang berlebihan ada baiknya baca dulu dengan baik-baik judul dan lirik lagu ataupun title sebuah acara. Kalau masih berjudul “gosip”–Gosip Jalanan–, maka tak perlu dikritik, namanya juga gosip. Kalau judul acaranya masih berjudul “mimpi”–Republik Mimpi–, tak perlu gusar, namanya juga mimpi, tidak ada satupun otoritas yang mampu melarang mimpi rakyat bukan????. Juga jangan sampai mengomentari kegilaan–democrazy– karena jelas-jelas tingkah laku anda sekalian yang membuat rakyat makin gila…..