Jangan Reaktif, Dari Pada Malu
Posted by senja on 10 Apr 2008 at 04:34 am | Tagged as: my opinion
Dulu……sindrom sumbu pendek, alias mudah marah, mudah bereaksi tanpa alasan jelas selalu identik dengan masyarakat di pedesaan yang kondisi ekonominya carut marut. Kini, identitas itu tidak hanya milik rakyat bawah yang resah dengan kehidupannya, namun juga para manusia yang konon memiliki kompetensi sehingga bisa duduk di lembaga nan terhormat, Dewan Perwakilan Rakyat…
Sehari sebelum, Al Amin Nasution tertangkap tangan oleh KPK di hotel Ritz Carlton dini hari kemarin, BK DPR berniat mengggugat Slank karena lagunya berjudul “Gosip Jalanan” yang dinilai menceritakan bagaimana kinerja DPR yang sebenarnya melecehkan mereka. Tentu bukan karena campur tangan Slank juga mengapa akhirnya sehari setelah statemen oleh Gayus Lumbuan itu dimuat media, justru KPK berhasil menangkap transaksi suap menyuap yang dilakukan anggota DPR dari PPP tersebut. Alasan Gayus simpel, karena lirik itu membuat anggota DPR gerah, karena mereka merasa reputasi dan kinerjanya tidak buruk-buruk amat.
Anggota DPR memang lebih suka mengurusi lagu-lagu seperti itu ketimbang memperjuangkan rakyat Porong yang sekian bulan terendam banjir lumpur buatan Bakrie. Mereka juga lebih senang mengacuhkan masalah pendidikan yang konon kian tak terjangkau oleh rakyat kecil.
Setelah berkoar-koar akan memolisikan Slank, DPR kini justru seperti tertampar perkataan sendiri. Kendati kasus Al Amin belum diputus akan berlanjut seperti apa, namun jelas-jelas anggota mereka sedang berada di bawah pemeriksaan lembaga superbodi itu dengan kasus yang amat memalukan…
Jadi saya usul kepada para bapak yang terhormat….. Sebelum melancarkan protes dan reaksi yang berlebihan ada baiknya baca dulu dengan baik-baik judul dan lirik lagu ataupun title sebuah acara. Kalau masih berjudul “gosip”–Gosip Jalanan–, maka tak perlu dikritik, namanya juga gosip. Kalau judul acaranya masih berjudul “mimpi”–Republik Mimpi–, tak perlu gusar, namanya juga mimpi, tidak ada satupun otoritas yang mampu melarang mimpi rakyat bukan????. Juga jangan sampai mengomentari kegilaan–democrazy– karena jelas-jelas tingkah laku anda sekalian yang membuat rakyat makin gila…..








iya membuat rakyat makin gila, tadi aja ngeliat berita ini di koran langsung aku banting korannya hee…maksud hati mau membanting dia apa daya…:(
alamak amboi kali ni… macam tertampar telak di muka kau lah hei kau keparat bersafari… wkwkwkwkwk… macam kau orang paling bersih se endonesa lantas kau cabik-cabik kami punya kritik pedas atas kau lewat lagu satir.. hrrr…
jangan mudah ngambekan juga tuuuuh
*bletaak dilempar referensi tesis*
judulnya postingan ini harusnya pake tags “Mungkin…”
jadi busuknya mereka itu semua masih sekedar kemungkinan
gimana itu bunyi peribahasa? buruk muka cermin dibelah.
sebuah dagelan pun [lagi-lagi] dipertontonkan..
itu perwujudan daripada “cepat tanggap pada suara rakyat” .. gimana to sampeyan ini.. :))
aku gak suka bait terakhir lagu itu. ntah ya, rada kesinggung juga. soale banyak yg pake peci, teriak “Allahu Akbar” tanpa jadi barbar.
kayak peribahasa rusak itu: karena nila setitik rusak susu sebelanga.
kasihan Kristina yah…….
masih banyak persoalan rakyat yang lebih butuh perhatian anggota dewan (yang katanya) terhormat…
Iya tuh, bener bener ketemu batunya kali ini.
sepakat gua!!! DPR tuh aneh banget deh.. tapi gua gak bisa bilang gt juga. karena menurut gua banyak bgt orang indonesia yang pada dasarnya pola pikirnya kaya tu orang2 DPR juga. lebih mentingin hal-hal yang gak penting namun kebetulan bersinggungan dengan dirinya ketimbang memilih untuk berbesar hati melupakan itu dan mengurusi masalah yang emang lebih penting!
lagian basi banget sih DPR baru dicela gt aja marah.
kaya anak kecil.
namanya figur publik ya udah resiko dong!
huh.
ia… heran ma mereka. saking herannya hingga dah males ngeliat orang2 ber-dasi di sana, capek
Sebetulnya kalau kita tak berperilaku seperti yang dikatakan Slank, tak akan terasa disentil.
Lirik Slank lucu…jadi pengin beli kasetnya.
Jadi ingat lagunya Bimbo (lupa judulnya), yang dulu juga dirasa menyentil seseorang….
iyah aku juga baca, seorang yg masang poster tentang kebenaran koq ketangkap basah gitu yah….jadi cuma berlaga alim tapiii..jalang di hatinya????
wah…. lagu slank itu dah ada bajakannya belom ya?
hehehe
Meiy: Waduh jangan main banting dunk mbak..sabar2..
Anang: Rupanya kau jadi Batak kalau lagi marah ya??? :
Nico: Siapa yang ngambekan nic??? :p
Leksa: Inginnya sih gitu?? tapi apa masih layak dipertanyakan lagi??? gw tau kemana arah komen lu :p
Ikram: Cocok..
Imgar: Dagelan yang sama sekali nggak lucu
SayurAsem: Maap pakde..hehehehe
Dew: Yap liriknya terkadang berbau generalisasi
Jeng Endang: Karena membeli kucing dalam karung..ehmmm tapi kan belum ada vonis, jadi belum tentu bersalah..
Isdiyanto&Danalingga : Iya bener..
Michaeljubel: Kayak anak TK..dikit2 nangis
Mitra W: Padahal sekarang dah jarang dasian lho, kebanyakan pke batik.
Edratna: Iya bener bu…merasa disentil karena melakukannya
Wieda: Jalang?? wooo diksi yang bgs
Ray: Bajakan? beli yang asli dunk!!
semakin ngga jelas saja negara ini mau dibawa kemana kalo yang katanya masih gosip saja diurusin, bukannya kek membuka diri buat mendengar apa kata rakyat..HUH!!
*emosi*