Mari Jalan-Jalan!!
Posted by senja on 10 May 2008 at 02:30 pm | Tagged as: etc
Pagi itu cuaca objek wisata candi Gedong Songo masih cerah. Sekitar pukul 8 tepatnya. Tapi tak ada yang menjamin kecerahan langit Ambarawa akan tetap seperti ini hingga siang nanti. Bergegas saya menaiki area Gedong Songo yang berkontur naik-turun. Ada 9 candi yang tersebar di beberapa titik, dari yang terendah sampai yang tertinggi.
Baru beberapa meter, napas rasanya ngos-ngosan. Maklum udara lumayan dingin. Dengan aktivitas naik-turun seperti ini tampaknya stok tenaga saya bakal cepat habis. Beruntung sebotol air mineral siap di tas. Dan jangan khawatir, banyak penjual yang mendirikan warung di sekitara area ini.
Beberapa pengunjung menyadari mereka bakal kelelahan jika nekat jalan kaki hingga puncak, sehingga menyewa kuda untuk menikmati keindahan alam. Tapi saya memilih untuk nekat jalan kaki…alasannya simpel….biar leluasa motret :p.
Oke…objek ini berada di Ambarawa atau 45 km dari Semarang. Cagar Budaya Candi Gedong Songo adalah kawasan wisata dataran tinggi. Suhu di daerah ini antara 19-27 derajat celcius. Ada 4 gunung yang mengelilingi area ini, salah satunya gunung Ungaran. Jika anda berkunjung pagi-pagi sekali dan cuaca cerah minim kabut, maka 4 gugusan gunung itu bisa dilihat dengan sangat jelas. Dari puncak tertinggi Gedong Songo, terlihat danau Rawa Pening yang terkenal itu. Sekali lagi, jika cuaca cerah, semua pemandangan ini akan tampak jelas dari atas.
Candi Gedong Songo memang tidak berbeda dengan candi-candi yang lain. Istimewanya, karena selain terletak di dataran tinggi, yang diselingi hutan pinus dan buatan serta aneka tanaman, letak 9 candi tersebut saling berpencar. Aset budaya ini peninggalan budaya Hindu pada masa wangsa Syailendra abad 9 dan ditemukan Rafles pada tahun 1804.
Di tengah kawasan wisata ini, juga terdapat pemandaian air belerang. Asap belerang ini akan mengepul dan terlihat dari kejauhan berkejaran dengan kabut yang selalu mengintip di balik bebukitan. Kawasan ini juga bisa menjadi lokasi kemping yang oke. Hutan-hutan yang masih rimbun membuat memberikan sensasi tersendiri.
Sayangnya, beberapa candi tidak utuh lagi. Ada beberapa bagian yang rusak dan bahkan hilang. Padahal, menurut pak pemilik kuda yang kala itu saya temui, kawasan ini selalu dijaga siang malam oleh penjaga. Kemanakah bagian-bagian yang hilang itu ya??? mungkinkah nasibnya mirip arca-arca yang diperjualbelikan secara ilegal layaknya kasus museum Radyapustaka Solo?? Atau mungkin ada bagian sejarah terpenggal yang membuat mereka tak utuh lagi???
Bagi pecinta bunga, tanamana hias seperti anggrek dan ephorbia, mungkin tempat wisata ini menjadi tempat yang tidak boleh dilewatkan. Di kanan-kiri jalan menuju Gedong Songo banyak sekali penjual bunga. Kebun-kebun bunga tumbuh subur. Turun lagi ke bawah menuju Semarang, ada beberapa ruas jalan yang dipenuhi penjual sayuran segar. Mhhhhmmm……masih juga lapar…ada penjual gorengan yang berderet. Ada singkong goreng, ubi goreng, pisang goreng…dan lain-lain…..yummyyyyy!!!!!
Oya pesan saya, jika kesana menggunakan motor roda dua. Pastikan motor anda dalam keadaan fit dan siap menanjak…jika tidak..siap-siap dorong apalagi jika posisi gigi 1 pun tak kuat naik keatas….Selamat mencoba..
*Beberapa informasi teknis diperoleh dari Wikipedia
*Foto lain ada di sini










berkunjung ke objek wisata purba seperti ini memang mengasikkan membawa jauh diri ke masa yang tlah lalu.. jauh dari deru modernitas hehe… tapi sayang banyak aset wisata kita seperti ini yang tak terawat dan rusak oleh tangan2 jahil.. padahal nilai historisnya begitu agung dibalik renta bentuknya..
Oya pesan saya, jika kesana menggunakan motor roda dua. Pastikan motor anda dalam keadaan fit dan siap menanjak…jika tidak..siap-siap dorong apalagi jika posisi gigi 1 pun tak kuat naik keatas….Selamat mencoba..
Oya pesan saya, jika kesana menggunakan motor roda dua. Pastikan motor anda dalam keadaan fit dan siap menanjak…jika tidak..siap-siap dorong apalagi jika posisi gigi 1 pun tak kuat naik keatas….Selamat mencoba..
Pengalaman pribadi?
[…] OnlySenja wrote an interesting post today on Mari Jalan-Jalan!!Here’s a quick excerptMari Jalan-Jalan!! Posted by senja on 10 May 2008 | Tagged as: etc Pagi itu cuaca objek wisata candi Gedong Songo masih cerah. Sekitar pukul 8 tepatnya. Tapi tak ada yang menjamin kecerahan langit Ambarawa akan tetap seperti ini hingga siang nanti. Bergegas saya menaiki area Gedong Songo yang berkontur naik-turun. Ada 9 candi yang tersebar di beberapa titik, dari yang terendah sampai yang tertinggi. Baru beberapa meter, napas rasanya ngos-ngosan. Maklum udara lumayan dingin. Dengan aktivitas […]
udh lama gak ke candi :p
huhuhuhu, parahnya daku ini, blom pernah ke candi
hmm… nanti kapan2 coba jalan-jalan kesana ah….
kok gak ada poto singkong goreng dan ubi gorengnya???
duuh ngebayanginnya aja jd mendadak laper
blom pernah ke gedong songo..
Semarang ya? selalu cuma transit siiiiiih, payah deh aaaaah……
Rute nya bagaimana? Saya belum sempat kesana, siapa tahu pas mampir Semarang bisa sekalian lihat candi ini.
sam sapa nJa??? kok gak ngajak2 ??
waaaa, jadi pengen jalan2 lagi nih. lama gak bercanda dengan alam. lagi jadi autis, gara2 kebanyakan tugas kuliah
hehehe
kapan ya bisa jalan2 keliling indonesia *mikir, berharap*
kdg aku sebel dg ini: “ditemukan oleh Raffles” hehe, padahal tuh candi sudah ada di situ berabad2, orang kita juga tau, dasar orang barat aja suka ngomong2 hehehe..
Enaknya jalan-jalan
Gambarnya bagus..bagus…bagus..
wuihhhh…tiap balik ke Semarang, aku pasti ke gedong songo….enak jeh jalan2 disana….trus duduk2 dipuncak candi ke songo nya sambil memandang gunung merapi ….wuihhhh segerrrrrrr
tambah ah…@ meiy : candi2 di Jawa tengah memang kebanyak terkubur sebelumnya, seperti juga candi borobudur….yg menemukan orang eropa…dia mbayangin sebuah bunga waterlily eh..apa tuh lotus yg besar…..ternyata adalah candi yg besar.
jadi….please blajar sejarah tanpa rasa sebel yah