Kebosanan….
Posted by senja on 25 May 2008 at 06:09 am | Tagged as: my opinion, media
Bosan rasanya membaca/melihat/mendengar koran dan berita di TV/radio akhir-akhir ini. Isinya hanya itu-itu saja. Tentang demonstrasi penolakan BBM atau kasus korupsi. Sebagai pembaca saya perlu pembaruan.
Terakhir kali semangat baca koran hanya kala Indonesia jadi tuan rumah Uber/Thomas Cup. Kendati kalah, tapi seru rasanya menyongsong pagi demi pagi untuk membaca koran. Atau menjelang/saat MU menang dramatis atas Chelsea di final Champions. Rasanya tak sabar menunggu matahari terbit untuk menyantap berita demi berita serta ulasan pertandingan itu. Sebelumnya, ada beberapa artikel koran yang mantap untuk dibaca (Kompas edisi 2 tahun lumpur lapindo dan Jawa Pos, 20 Mei 2008). Ulasan tentang orang-orang yang berbuat banyak untuk lingkungannya. Ada si tukang becak yang suka menanam, korban tsunami yang memulai lagi usaha, pencipta kamus bahasa Indonesia digital, pemilik sanggar seni untuk anak-anak jalanan, dan masih banyak lagi…tersenyum saya membacanya. Edisi yang sangat memotivasi…
Setelah itu…..saya kembali lesu. Dimana-mana bicara tentang kenaikan BBM. Semua pakar bicara dengan bahasa rumit. Hitungan matematis yang tidak membuat BBM urung naik. Semua tokoh politik mendadak jadi pakar ekonomi, yang sama sekali tidak menyodorkan solusi. Teganya, media massa justru memberikan porsi yang sangat besar terhadap mereka untuk berlomba-lomba bicara. Bukan untuk mencari solusi, namun untuk menunjukkan diri paling benar agar laku lagi saat Pemilu 2009. Sebagai pembaca saya perlu hal yang baru…yang konstruktif dan membuat saya menjadi manusia optimis sekaligus kreatif.
Ruang-ruang koran kini juga semakin disesaki oleh iklan-iklan yang sama sekali tidak sopan. Tidak etis. Mulai dari hidup adalah perbuatan hingga tagih menagih janji. Saya tak habis pikir mengapa menagih saja harus melalui koran. Kenapa tidak datang sendiri dan melontarkan kegundahan hati. Hemat energi dan hemat biaya. Dan yang paling penting tidak mengebiri hak pembaca untuk mengetahui berita yang hilang karena tergusur space iklan murahan. Apalagi harga kertas naik, sehingga pembeli harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli dan berlangganan. Sebagai orang yang bukan masuk sebagai kalangan konglomerat seperti pemilik lumpur Lapindo itu, saya tersinggung dicatut untuk sekadar pemanis iklan. Dahi anda memang berkerut, mata anda memang menerawang. Tapi saya yakin, anda sedih bukan karena memikirkan kaum papa, tetapi memikirkan pencalonan diri sebagai RI 1. Sebagai pembaca sekaligus kaum marginal, saya tak rela space koran berkurang gara-gara iklan kampanye murahan dan memalukan seperti itu…
Akhirnya hanya bisa pasrah….
Harapan untuk menyongsong koran dengan semangat pagi demi pagi hanya kala weekend kualifikasi-lomba FI dan tentu saja gelaran Euro Swiss-Austria mendatang……!!!!!!!!!
–Eh iya, saya bukan simpatisan parpol dan calon presiden manapun, cuma simpatisan Ferrari..hehehehe









selama euro, sering2 baca jawapos, ya. mungkin ada ocehanku di situ. hihihihi *promosi mode*
iya nih gag sabar nunggu euro…… ayo itali…..!!
Sejak pagi saya berkutat membuat laporan keuangan (yg bikin pusing, dan stres), sambil mendengarkan radio. Hari ini ada ceramah dari p. Sartono Mukadis (psikolog), sebetulnya pewawancara mendorong psikolog untuk komentar dampak BBM terhadap depresi. Tapi justru psikolog mengatakan, saat ini banyak orang cuma teriak, dan tiba-tiba banyak yang jadi pakar…bisanya cuma marah, mengecam, tapi tak memberi solusi…persis tulisanmu di atas.
Padahal masyarakat kita lentur, tanpa disuruh, orang dengan rela telah menambahkan Rp.1000,- untuk naik angkot, karena kasihan sama pak sopir. Lha kalau BBM ga naik, kita juga berat…mestinya para pakar juga melihat, asumsi APBN untuk harga minyak berapa dan dibandingkan dengan harga sekarang. Saya suka baca tulisannya Nofei Iman di http://nofieiman.com/2008/05/mengapa-bbm-harus-naik/ tidak menggurui namun jelas mengapa pemerintah terpaksa melakukan itu (bukan saya langsung pro pemerintah atau bukan lho). Nahh karena udah diputuskan, tentu kita berpikir mencari alternatif-alternatif untuk mengatasinya….ini tugas kita sebagai masyarakat untuk membantu agar situasi terkendali, dan masyarakat miskin bisa tertolong.
baca tabloid olah raga kayak bisa bikin lebih semangat ya
hehehe…
enak kok teriak2 itu Nja,…
toh diluar sistem,..
bicara sana sini tidak bakal telan ludah sendiri
kalo yg baca bosen, yg bikin beritanya bosen juga ga?
udah lama gak baca koran. stiap pagi cuma dibaca judulnya doang tanpa dibaca isinya..
mendingan baca blog senja aja deh kalo gitu!!
Kalo wempi baca koran nya itu kolom iklan lowongan kerja, hahahahaha.
ga baca koran… males nonton tv…
bosen emang
Jangan bosen, sebentar lagi pelipur lara akan ‘pulang’. dia bilang akan mengajak karaoke tementemen sekalian reunian..
saya malah udah lama males baca koran……
Zen: iye2 pasti gw baca :p
Anang: Ada nggak ya yang njago Austria
Edratna: iya bu, hidup kita makin sulit karena makin banyak tukang kipas2..
Ray: Yup, olahraga selalu bikin manusia makin semangat..
Leksa: Akur deh ma lu..
Hedi: mungkin bosen juga, tapi mo gimana lagi, tuntutan.
Imgar: tapi beli?
Ichal: hehehehehe
Wempi: dulu sempat merasakan hal yang sama spt itu
Natasya: jgn lama2 bosennya
Simungil: Temennya blue ya???apa mgkn diriku kenal dirimu??
Endang: saya ndak rela males….nanti ketinggalan berita ferrari :p
saya lagi ngebayangin,
suatu saat nanti kira2 ada negara yg hancur gara2 rakyatnya terprovokasi oleh iklan,
ngeri,
karena iklan sdh mulai di set-up utk masuk ke wilayah visi, bukan sekedar kebutuhan
gak pernah baca koran :p
dah dari lama males baca koran, males nonton tipi..terlalu banyak yang bikin otak jadi ga tenang hehehe..
Gakpede: begitulah klo iklan makin terpresentasi secara murahan
Virzha: waaaa….
Stey: Memang harus dipilih….klo nggak…mana tahu kita klo hillary dan obama lagi ngos-ngosan demi memenangkan kursi presiden hehehehehehe…..
sudah saatnya nonton piala eropa saja
kira2 total iklan sutrisno bachir berapa duit ya? kalo dia sumbangin tu duit buat panti asuhan, atau buat ngasih beasiswa orang sekolah, kayaknya bakal bermanfaat banget… heuhue
senjaaa….ntar kapan2 tak pameri photo ferrari kuno yah