media
Archived Posts from this Category
Archived Posts from this Category
Posted by senja on 02 Apr 2007 | Tagged as: media
Ini adalah film tentang cinta, nasionalisme, hubungan ayah-anak, dan religiusitas. Komedia satir yang mengharukan. Ada banyak bagian di film ini yang bakal membuat anda meneteskan air mata dan beberapa diantaranya terbahak-bahak. Adegan saat Nagabonar melakukan monodialog di depan patung Jenderal Sudirman di salah satu ruas Jakarta membuat—entah mengapa—air mata saya meleleh. Saat itu dengan lantang Nagabonar bertanya mengapa jenderal besar ini tetap saja melakukan gerakan hormat sedangkan ribuan mobil yang melewati ruas jalan tersebut acuh.
Atau tengok saja adegan kala Nagabonar berdialog dengan Bonaga. Nagabonar berkata bahwa pantas saja Bonaga tak bisa menjelma menjadi laki-laki lembut dan romantis, pasalnya sejak kecil Bonaga tak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Tapi justru dididik oleh seorang Nagabonar yang keras dan mantan copet. Sebuah pengakuan lugu bapak kepada anaknya. Dan Bonaga pun hanya bisa termangu kelu…
Banyak cetusan-cetusan menggelitik yang bisa dipakai sebagai bahan perenungan. Apik tak menggurui, tapi merefleksikan kondisi jaman dan bangsa.
Jadi bagi yang sudah lama menantikan film berkualitas dan bosan melihat film horor—yang sangat tidak horor– tak ada salahnya anda menyisihkan waktu membeli tiket Nagabonar Jadi 2. Selamat menikmati……
Posted by senja on 27 Mar 2007 | Tagged as: media
Gaji DPR+tunjangan ini itu+korupsi sana sini+pungli kanan kiri - beli leptop = masih sisa banyak bangett :p
Gitu aja kok minta
Dasar nggak punya malu
Nggak punya kepekaan sosial
Muka tembok
Huek.....
Posted by senja on 10 Mar 2007 | Tagged as: media
Penipuan berkedok pengundian hadiah dan dihubungi via SMS atau telepon sudah sering saya denger. Tapi baru kali ini saya–nyaris– mengalaminya sendiri. Ceritanya begini..
11.00 WIB
Kriiinggg, hape saya bunyi. Nomor si penelpon adalah 081808483833.
Senja: halooo
Penipu: halo mbak, saya dari exelcomindo. Anda tadi nonton pengumuman undian jam 10 di Global TV nggak?
Senja : kagak
Penipu : jadi gini, setelah diundi dari pemegang nomor Pro XL seluruh Indonesia, anda adalah salah satu pemenangnya. Hadiahnya adalah Rp 5 juta plus pulsa Rp 500 ribu.
Senja: oooo
Penipu: anda dimana sekarang?
Senja: di Semarang, tapi ini nomor Jogja
Penipu: nama anda ?
Senja: *Lho aneh, bukannya sekarang tiap nomor sudah didaptarin, harusnya dia tau dunk nama aye..heheheh mulai aneh neh*, senja.
Penipu: gini mbak, kami tidak seperti undian-undian yang lain, yang mengharuskan pemenang men-transfer uang ke perusahaan. Namun anda cukup mengecek apakah transferan kami sudah sampai ke rekening anda. Anda punya rekening dimana?
Senja: BCA
Penipu: yang lain ada?
Senja: Mandiri
Penipu: yang sering di pake nabung yang mana?
Senja: Mandiri
Penipu: ya udah klo gitu saya minta dibacakan nomor rekening anda
Senja: bentar ya, saya cari dulu bukunya, saya nggak hapal nomor rekening
Penipu: wah g usah, nomor di ATM aja, biar cepet
Senja: *aneh, nggak sabaran bgt yah*, oke ini nomornya XXXXXXXXXXX
Penipu: Ada ATM terdekat nggak biar bisa langsung di cek saldonya?
Senja: Ada sih, 10 menitan gitu
Penipu: Ya udah anda kesana sekarang, ntar klo udah sampe sana SMS saya ya
Senja: Oke
Dalam hati saya sebenernya dah curiga. Soalnya tuh orang buru-buru bgt dan menuntut saya untuk gerak cepet. Selain itu, seumur hidup saya emang jarang dapet undian kayak gitu. hehhehe. Tapi saya penasaran juga sih, klo bener penipuan, saya pengen tahu cara kerjanya. Klo beneran dapat hadiah ya Alhamdullilah. Tapi gimana klo penipuan? saya nggak mau dunk ketipu gitu aja. Akhirnya saya ambil langkah save dengan menarik seluruh uang saya di ATM sebelum meng-SMS si penipu itu mengabarkan klo saya dah di depan ATM Mandiri. Continue Reading »
Posted by senja on 07 Mar 2007 | Tagged as: media
Adakah yang punya obat untuk membangkitkan mood?. Ada nggak? ……
Btw, lagi-lagi kecelakaan pesawat. Woi, ini bukan maskapai kelas murah lho.
Lagi-lagi gempa bumi.
Lagi-lagi tanah longsor.
Lagi-lagi….
Posted by senja on 19 Jan 2007 | Tagged as: media, etc
Inilah rute yang saya lalui sejak Senin lalu dan berakhir pada Jumat dini hari. Capek memang, namun ada beberapa hal baru yang saya temui. Beberapa diantaranya membuat kening saya berkerut.
Berawal dari keinginan untuk libur barang sehari dua hari ke Jogja, maklum terakhir ke kota ini sekitar seminggu setelah gempa bumi lalu. Kangen ingin pulang ke Jogja sudah membuncah tak tertahankan lagi. Senin siang saya sudah berada di Jogja. Berawal dari terminal Jombor menuju kampung belakang kampus UPN Babarsari, saya menaiki taksi dengan tekun. Maksudnya tekun memperhatikan sekeliling. Ada beberapa yang berubah, termasuk trafic light detikkan yang saya lihat di perempatan antara UII-UPN Condong Catur. Nyampe di bekas kost-kostan saya sempatkan untuk bertukar cerita dengan beberapa teman yang masih tertinggal di Jogja, trus ke wnet di gang depan. Gile cepet dan murah bo, namun sebuah bencana terjadi. Saya dapat telepon pemberitahuan dari kantor agar ke Surabaya dari Rebo pagi hingga Kamis, huh.
Malamnya jalan-jalan dimulai dengan mengisi perut dengan makan oseng-oseng mercon di daerah dekat PKU Muhammadiyah. emhhh, lezat pedasnya bikin saya ketagihan. Sayangnya saking ramainya tuh warung saya menghabiskan sekitar sejam untuk acara makan dan minum es teh itu. wahhhh, boros di waktu bgt bikin nggak sempet kemana-mana. Perjalanan di lanjutkan, hingga sampailan di boulevard UGM. Makan pisang rebus dan mencicipi ronde yang hangat, sehangat kota ini :p.
Udah malam, akhirnya balik deh, karena besok paginya musti balik ke Semarang dan harus ke Surabaya. Dari singkatnya perjalanan ini, saya kaget dengan Jogja yang jalan-jalannya dipasang banyak polisi tidur. Mending kalo di jalan kecil, ini jalan gede semacam Babarsari, Timoho dll. Bagi saya sangat menganggu. Lagian saya nggak yakin adanya polisi tidur itu bikin tingkat kecelakaan jadi rendah, yang ada orang tuh jengkel dan makin ngebut. Satu lagi, polisi tidur yang semena-mena itu akan sangat merusak motor. Huh, sebelllll, kenapa Jogja tidak seramah dulu lagi. Continue Reading »
Posted by senja on 31 Dec 2006 | Tagged as: media
Sabtu (30/12) kemarin saya punya banyak bekal untuk menghabiskan malam. Dua buku baru yakni “Pikiran Terkorupsi†karya Kwik Kian Gie dan sebuah buku semi diary berjudul “Aku Terlahir 500 gr dan Buta†milik Miyuki Inoe. Begitu nyampe rumah, ntah mengapa gairah membaca saya semburat hilang. Duh mo ngapain ya?. Aha saya inget selain membeli buku, saya tadi juga beliin VCD Dora The Explorer bwt keponakan kecil saya yang pinter. Ih, nggak ada salahnya dong saya tonton dulu, siapa tahu ternyata isinya nggak bagus atau ada kesalahan, walopun belinya original (ngeles hehehe :p). Ya udah deh nonton Dora, yang berkisah tentang Egg Hunt dan Peringatan Hari Ibu. Wuah, padahal saya paling anti nonton kartun. Apalagi si Dora ini ngomongnya di ulang-ulang ampe tiga kali lebih…ihhh. Lucu bgt ya dah bangkotan kayak gini nyetel Dora, sendirian di kamar sambil minum kopi dan kudapan…. hahaha malam yang indah setelah capek lihat berita hari itu. Saddam Husein yang udah melakoni hukum gantung dan karamnya KM Senopati di lautan menuju Semarang tepatnya di Kepulauan Mandalika Jepara. Penumpang sekitar 500 orang dan hanya ketemu sebagian kecil. Lainnya? Entahlah bagaimana nasibnya. Ada apa lagi besok?????