Pemilu Malaysia memang sudah berlalu lebih dari beberapa pekan yang lalu. Namun masih tetap diperbincangkan karena hasilnya yang di luar dugaan. Ya, setelah bertahun-tahun Barisan Nasional (BN) memegang dominasi di Malaysia dan menang telak di beberapa negara bagian, mereka akhirnya tidak lagi digdaya. Dan bahkan mengalami penurunan suara cukup signifikan di basis-basis/kantong massa seperti Selangor.
Konon hal ini memicu kisruh internal di BN, karena lambat laun oposisi dikhawatirkan memegang kendali di negeri tetangga Indonesia tersebut. Dan beberapa waktu yang lalu, seperti yang dikutip Jawa Pos, Abdulah Badawi (Pak Lah) mengakui beberapa kesalahan yang telah BN lakukan. Kesalahan ini disinyalir menjadi penghambat kemenangan BN, sekaligus angin segar untuk oposisi. Pak Lah mengatakan partainya tidak jeli melakukan kampanye menjelang pemilu. Kampanye yang mereka lakukan hanya di media mainstream Malaysia. Sebaliknya para oposisi yang sebelumnya tidak diperhitungkan kekuatannya ternyata getol berkampanye via media lain yang relatif lebih bebas sensor yakni internet.
Malaysia memang belum mengecap kebebasan pers seperti di Indonesia. Pemerintah Malaysia mengendalikan langsung media untuk mendukung kepentingan negara (pemerintah) termasuk dalam membentuk opini publik. Maka tak heran konflik perebutan item-item kebudayaan Indonesia-Malaysia beberapa waktu lalu tak pernah muncul di media. Sehingga perang opini justru marak di internet khususnya blog. Anwar Ibrahim yang belakangan menjadi ikon kelompok oposisi Malaysia saat diwawancarai Andy F. Noya dalam Kick Andy Metro TV menyatakan bahwa pihaknya merasa kesulitan untuk menyampaikan kebenaran melalui media. Jalan satu-satunya adalah dengan menyebarkan informasi melalui internet, misalnya blog. Beberapa gambar penyiksaannya di penjara juga disebarluaskan melalui media ini.
Ternyata, perkataan Anwar ini bukanlah isapan jempol semata. Pak Lah jujur mengakui bahwa mereka sama sekali tidak berkampanye melalui internet. Sebaliknya, oposisi cukup cakap melihat celah ini. Tak bisa menguasai media mainstream mereka pun banting stir ke internet. Merosotnya suara BN memang tidak semata-mata karena hal ini, namun juga dipengaruhi karena merosotnya pamor pemerintahan Pak Lah semenjak menggantikan Mahathir Muhammad.
Jika kampanye dianalogikan dengan kegiatan ber-iklan kepada khalayak agar produknya dibeli oleh banyak orang atau minimal dikenal secara luas, maka mungkin analisi Pak Lah ada benarnya. Dalam strategi komunikasi pemasaran, produk dikenalkan kepada masyarakat melalui berbagai macam cara. Tujuannya, tentu saja agar semua khalayak bisa mengetahui. Ada komunikasi above-the-line (ATL) dan ada pula bellow-the-line (BTL). Above-the-line identik dengan komunikasi melalui media massa. Sedangkan bellow-the-line adalah strategi untuk mendukung ATL, sifatnya lebih personal dan cepat. Komunikasi melalui blog seperti yang dilakukan Anwar memang diyakini bisa menjangkau publik dengan lebih dekat, feedback lebih intens. Berbeda jika hanya menggunakan media massa karena ada jarak yang begitu luas antara pengirim pesan dengan penerima.
Yang lantas menarik untuk dilihat adalah apakah strategi komunikasi seperti ini juga akan menjadi tren kampanye para capres pada pemilu 2009 mendatang?? akankah tim-tim kampanye menjadikan internet sebagai sarana untuk menjangkau khalayak yang tidak terjangkau?? pantas untuk ditunggu 
16 Comments »